Bupati Dadang Supriatna Bicara Pentingnya Big Data pada Rembug Bedas di Desa Tenjolaya
VISI.NEWS | PASIR JAMBU - Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna pada Jumat (8/12/2023) melaksanakan Jumling ke-83 dan Rembug Bedas di Desa Tenjolaya Kecamatan Pasir Jambu Kabupaten Bandung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat.
Pada kesempatan ini, Bupati Bandung menyampaikan ada 5 hal prioritas yang harus dioptimalkan guna mendorong Indonesia Emas 2045, yaitu peningkatan kualitas SDM yang profesional dan paham IT, big data, riset dan development, institusi yang kuat serta mampu mengelola keuangan (anggaran) dengan baik.
"Salah satu dari 5 point prioritas yang harus dioptimalkan ialah big data, terutama dalam hal pemetaan pengentasan kemiskinan di Kabupaten Bandung. Dengan adanya big data ini kebijakan yang diambil pemerintah pun akan jauh lebih efektif. Karena solusi atau program yang diberikan disesuaikan dengan keadaan di lapangan," ujar Bupati Bandung.
Bupati Bandung mencontohkan, dengan big data, pemerintah dapat mengetahui secara akurat jumlah, lokasi, dan profil masyarakat miskin di Kabupaten Bandung. Hal ini akan memudahkan pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang tepat sasaran.
"Oleh karenanya saya mengimbau pemerintah desa dan kecamatan untuk terus melakukan pemutakhiran data. Data ini sangat penting untuk menentukan strategi dan program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat," imbuh Bupati Bandung.
Kepala Desa Tenjolaya Ismawanto Somantri mengapresiasi langkah Bupati Bandung dalam mengoptimalkan big data untuk pengentasan kemiskinan. Ia berharap dengan adanya big data, pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat miskin di desanya.
"Saya berterima kasih kepada Bupati Bandung yang telah memperhatikan nasib masyarakat miskin di desa kami. Saya berharap dengan adanya big data, pemerintah dapat memberikan solusi yang lebih konkret dan berdampak bagi masyarakat miskin di desa kami. Misalnya dengan memberikan bantuan modal usaha, pelatihan keterampilan, atau fasilitas infrastruktur yang memadai," ucap Asep Suryana.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!