Bupati Bandung : Motif Poleng Saroeng Majalaya Pernah Muncul Tahun 1930-1970
Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini menyebutkan, sangat menyambut baik rangkaian acara yang digelar APPMI bersama Dekranasda mengangkat 3 sektor bidang, yaitu bisnis dan trade, pendidikan dan teknologi serta wastra dan busana.
"Terlebih lagi dengan kegiataan tersebut diisi beragam acara seperti pameran dagang, coaching clinic dan seminar, pagelaran fashion show yang akan menjadi wahana untuk memetakan proses fashion dari hulu ke hilir di Jawa Barat," ungkapnya.
Ia berharap para pelaku usaha bisa peka dan beradaptasi dengan perkembangan mode dan permintaan masyarakat. "Juga tentu saja dapat memanfaatkan agenda ini sebagai momentum menjalin kerjasama dagang, meningkatkan potensi usaha, memamerkan hasil karya serta memperluas jaringan pasar," katanya.
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna menegaskan dalam setiap tantangan, selalu ada peluang, digitalisasi, kreasi, inovasi dan adaptasi menjadi kunci utama dalam mengendalikan pasar sektor fashion.
"Silahkan berinovasi dengan berpikir positif mengenai peluang-peluang di tengah badai tantangan," tandasnya. Menurutnya, pelaku usaha fashion pada dasarnya merupakan individu yang kreatif. Mereka sudah tidak asing lagi dengan perubahan tren yang perlu diantisipasi dan diadaptasi.
"Namun perlu diingat para pelaku usaha sektor fashion ini juga harus mengatur strategi promosi produknya dengan memanfaatkan segala bentuk platform, media sosial, serta aplikasi lainnya yang tentu saja lebih cepat, efektif, efisien untuk menjangkau konsumen sebanyak-banyaknya," tuturnya.
Ia menilai menjalankan bisnis fashion berbasis teknologi merupakan bisnis yang sulit dan penuh dengan tantangan. "Hanya mereka yang berambisi dan cerdas yang mampu unggul dan dengan sukses melewati semua tantangan yang ada. Tidak mudah menyerah, kompetitif dan fokus," pungkasnya.
@kos
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!