Bupati Bandung Beri Penguatan Tim Work Bagi Kepala Puskesmas dan Kepala Satker Puskesmas, Ini yang Dipaparkannya
Kang DS, sapaan akrab Dadang Supriatna mengatakan, kenapa IPM meningkat, terutama di bidang kesehatan. Di antaranya ada penambahan rumah sakit dalam rangka peningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
"Yang sudah selesai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bedas Cimaung, RSUD Bedas Kertasari. Insya Allah tahun ini selesai RSUD Bedas Bojongsoang dan RSUD Bedas Arjasari. Nanti Januari 2024 akan memulai cut and field RSUD Bedas Pacira," kata Kang DS.
Ia menyebutkan pembangunan lima rumah sakit difokuskan dalam 2,5 tahun. Kang DS pun menyebutkan RSUD Oto Iskandar Di Nata Soreang statusnya meningkat dari tipe C ke tipe B. Orang nomor satu di Kabupaten Bandung ini berharap RSUD Cicalengka juga statusnya naik menjadi tipe B pada tahun 2024.
Kang DS menyebutkan kekompakan organisasi itu bergantung pada kekompakan tim work. Organisasi hebat itu manakala tim work kompak. Menurutnya, dalam menghadapi Indonesia emas 2045 mendatang, harus menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) profesional dan memahami digitalisasi. "Saat ini tidak cukup hanya aksi saja, tanpa diimbangi dengan informasi melalui digitalisasi. Saat ini belum bisa dikatakan sukses, manakala secara personal masing-masing tidak paham tentang SDM," katanya.
Ia mengatakan kemampuan suatu organisasi bukan personal, tapi kemampuan dan keberhasilan suatu organisasi itu adalah karena kekompakannya para unsur, pengurus dan pegawai yang ada di dalamnya.
"Makanya semuanya kuasai tentang Visi terwujudnya masyarakat Kabupaten Bandung yang BEDAS (Bangkit, Edukatif, Dinamis, Agamis dan Sejahtera), kalau kita paham tentang visi. Visi ini adalah tujuan, maka kita akan tahu apa yang harus kita lakukan dalam rangka mencapai tujuan," katanya.
Ada lima misi, yaitu membangkitkan daya saing daerah dan Kabupaten Bandung siap bersaing dengan daerah-daerah lainnya. Ia pun menyebutkan PNS dan PPPK punya hak dan kewajiban yang sama serta peluang yang sama. Untuk itu, Pemkab Bandung sudah anggarkan 1.137 ASN untuk mengikuti assessment. "Ini dalam rangka mempersiapkan sistem merit.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!