Bupati Bandung Akan Memberikan BPJS Ketenagakerjaan dan Dana Operasional Kepada FPRB
Uka Suska berharap apa yang menjadi rencana kerja Pemkab Bandung itu dapat memotivasi para relawan untuk lebih semangat dalam melakukan penanganan kebencanaan.
"Walaupun para relawan itu tidak menuntut. Namun setelah melihat peranan FPRB itu sangat penting keberadaannya, apalagi BPBD juga merasa terbantu dengan kehadiran atau keberadaan FPRB tersebut," katanya.
Uka Suska menyebutkan keberadaan FPRB ini bukan hanya dalam penanganan kebencanaan saja, juga turut memberikan masukan dan kajian-kajian terkait kebencanaan di Kabupaten Bandung.
"Termasuk FPRB juga sering melaksanakan diskusi dan memberikan wawasan dalam kebencanaan. Melalui pelaksanaan diskusi itu, memunculkan gagasan-gagasan dalam pengurangan risiko bencana. Apalagi Kabupaten Bandung masuk daerah rawan bencana," ucapnya.
Ia juga menyebutkan para relawan yang tergabung dalam FPRB itu sudah paham terkait dengan ancaman kebencanaan yang ada di Kabupaten Bandung. Termasuk bagaimana solusinya.
"Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung juga sudah memiliki kajian risiko bencana. Juga sudah memiliki dokumen rencana penanggulangan bencana, kemudian rencana penanggulangan kedaruratan bencana dan tahun ini menyusun rencana kontijensi atau rencana aksinya," jelasnya.
Menurutnya, dengan adanya hal itu menjadi salah satu bahan bagi FPRB. Kemudian BPBD mengimplementasikan daripada beberapa kebijakan tersebut.
Di akhir pelaksanaan Musda III FPRB Kabupaten Bandung itu, Uka Suska menjelaskan pelaksanaan Musda III FPRB bahwa setelah melalui proses musyawarah dan mufakat dari 2 calon (Abah Dj dan Wa Cecep) kemudian disepakati secara penuh oleh semua pihak dan menunjuk Wa Cecep sebagai Ketua FPRB Periode 2024-2028.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!