Bunda Literasi Kabupaten Bandung Hadir dan Beri Apresiasi untuk Para Finalis Duta Baca 2025
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Sorotan mata tertuju pada panggung Grand Final Duta Baca Kabupaten Bandung 2025. Acara ini tak hanya menjadi selebrasi intelektualitas, namun juga panggung harapan bagi masa depan Kabupaten Bandung dengan tema 'Bersama Literasi Membangun Generasi Emas 2045', yang digelar di Gedung Oriza Sativa Kabupat Bandung, Senin (26/5/2025).
Salah satu momen yang paling berkesan datang dari sambutan hangat dan penuh inspirasi oleh Bunda Literasi Kabupaten Bandung, Emma yang hadir sebagai tamu kehormatan. Dalam pidatonya, Ibu Emma menekankan pentingnya literasi sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi unggul, khususnya menjelang era Indonesia Emas 2045.
“Literasi bukan hanya soal membaca, tetapi juga tentang berpikir kritis, empati, dan membangun peradaban. Saya sangat bangga melihat para pemuda dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bandung berdiri hari ini, menjadi wajah masa depan yang penuh harapan,” ungkapnya di hadapan para finalis dan tamu undangan.
Ibu Emma menegaskan bahwa budaya literasi harus menjadi gerakan bersama, tidak hanya di institusi pendidikan, tetapi juga meresap ke seluruh lapisan masyarakat. Ia pun mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah membentuk jaringan Bunda Literasi hingga ke tingkat RW.
“Saya berharap kepada seluruh kecamatan dan ibu-ibu literasi kecamatan untuk terus mendorong, mengepush gerakan literasi ini sampai benar-benar masuk ke dalam keluarga. Literasi harus jadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi literasi di masa lalu yang cukup memprihatinkan. Namun, kini mulai menunjukkan kemajuan yang signifikan.
“Kita dulu cukup miris melihat rendahnya minat baca, tapi sekarang sudah jauh lebih baik. Saya sangat mengapresiasi, terutama ada dua desa binaan Bunda Literasi yang luar biasa, bahkan sudah berhasil menerbitkan satu buku sebagai hasil dari gerakan literasi masyarakatnya.”
Menurut Ibu Emma, capaian tersebut menjadi bukti bahwa literasi bukan hanya tentang membaca, tetapi juga tentang mendengarkan, memahami informasi, dan menangkal hoaks.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!