Bumbu Dapur Asal Indonesia Ini Jadi Andalan 1.200 Restoran Dunia
Lada putih asal Indonesia./visi.news/iStock.
VISI.NEWS - Lada putih asal Indonesia kembali mencuri perhatian pasar global. Muntok White Pepper dari Bangka Belitung kini telah digunakan oleh jaringan sekitar 1.200 restoran di berbagai negara.
Melansir Antara, Selasa (18/8/2026), Muntok White Pepper merupakan salah satu komoditas unggulan dari Pulau Bangka yang telah memiliki sertifikasi Indikasi Geografis (IG). Produk ini dikenal memiliki aroma khas, rasa pedas yang bersih, serta warna putih krem alami.
Deputi Kementerian UMKM Bidang Usaha Menengah, Bagus Rachman, mengatakan lada putih asal Bangka Belitung telah memiliki jaringan pasar yang luas di tingkat internasional.
"Kami sudah bekerja sama dengan 1.200 restoran di 63 negara, dan saat ini mereka kekurangan rempah-rempah dan bumbu," kata Bagus Rachman.
Berbeda dengan lada hitam, Muntok White Pepper diproduksi melalui proses perendaman buah lada matang hingga kulitnya terkelupas. Setelah itu, biji lada dijemur menggunakan sinar matahari Bangka.
Proses tersebut menjadi salah satu karakteristik pengolahan lada putih Muntok yang menghasilkan cita rasa dan kualitas khas.
Tembus Jaringan Restoran Dunia
Pemasaran Muntok White Pepper kini tidak lagi terbatas sebagai komoditas bahan mentah. Produk tersebut telah dikurasi dan dipasarkan ke berbagai jaringan restoran fine dining, hotel berbintang lima, serta industri kuliner global.
Pasarnya mencakup sejumlah kawasan, seperti Eropa, Amerika, Timur Tengah, dan Asia.
Berdasarkan data pemerintah daerah dan pelaku ekspor, Bangka Belitung pada 2025 mengekspor sekitar 1.370 ton lada putih dengan nilai mencapai Rp180 miliar.
Komoditas tersebut dikirim melalui 184 pengiriman ke sejumlah negara, di antaranya Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan.
Penggunaan Muntok White Pepper oleh 1.200 restoran di 63 negara menunjukkan semakin luasnya pasar lada putih asal Bangka Belitung di tingkat global.
Produk tersebut juga dikembangkan sebagai komoditas bernilai tambah dengan mengedepankan identitas dan asal-usul daerah produksi.
Muntok White Pepper telah terdaftar sebagai produk Indikasi Geografis sejak Desember 2019. Sertifikasi tersebut menjadi penanda bahwa produk dengan label Muntok White Pepper berasal dari perkebunan petani di Bangka Belitung.
Menurut Babelprov.go.id, lada putih dari Kepulauan Bangka Belitung memiliki cita rasa yang khas dan diminati konsumen dunia.
Lada putih tersebut memiliki kandungan piperin atau tingkat kepedasan pada kisaran 5-7 serta aroma minyak atsiri yang tajam.
Produk lada putih Bangka Belitung juga disebut telah diekspor ke berbagai negara untuk memenuhi kebutuhan pasar lada dunia.
Dengan adanya sertifikasi Indikasi Geografis, kualitas dan asal produk dapat lebih terjamin. Pendaftaran IG di negara-negara tujuan ekspor juga dinilai penting untuk menjaga pengawasan terhadap peredaran dan kualitas Muntok White Pepper.
Pada periode 2024-2025, harga Muntok White Pepper di pasar internasional tercatat berada di kisaran 6.000 dolar AS per metrik ton atau sekitar Rp106 juta.
Ke depan, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan perluasan pasar Muntok White Pepper ke lebih banyak negara. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap menjaga kualitas produk serta keberlanjutan budidaya lada yang dilakukan petani lokal.
Meski demikian, Muntok White Pepper masih menghadapi tantangan dalam hal pengenalan merek di pasar internasional. Selama ini, produk lada Bangka yang dipasarkan ke dunia belum selalu mencantumkan asal daerahnya sehingga identitas Muntok White Pepper belum sepenuhnya dikenal secara global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!