Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bukan Sekadar Kebiasaan, Menguap Ternyata Punya Fungsi Sosial

Desi Rossilawati
Minggu, 27 April 2025 | 00:45 WIB
Bagikan
Bukan Sekadar Kebiasaan, Menguap Ternyata Punya Fungsi Sosial
VISI.NEWS | BANDUNG - Pernahkah Anda ikut menguap hanya karena melihat orang lain melakukannya? Fenomena ini ternyata bukan kebetulan. Peneliti menyebut bahwa proses ini bisa dijelaskan secara neurologis dan bahkan punya fungsi sosial yang penting. Mengutip laporan Live Science, neuron cermin (mirror neuron) dalam otak manusia kemungkinan menjadi penyebab mengapa menguap bisa menular. Neuron ini merespons aksi yang dilakukan orang lain, sehingga saat kita melihat seseorang menguap, otak kita secara otomatis ikut merespons dengan gerakan serupa. "Saat Anda melihat seseorang menguap, neuron-neuron tersebut aktif. Mekanisme neurologis ini dapat menjelaskan mengapa menguap menyebar dengan mudah dalam kelompok sosial," ujar Dr. Charles Sweet, psikiater dan penasihat medis di Linear Health. Penelitian juga menunjukkan bahwa kita cenderung lebih mudah tertular menguap dari orang yang kita kenal. Studi pada 2013 misalnya, membuktikan bahwa anjing lebih sering menguap saat melihat pemiliknya menguap dibanding saat melihat orang asing, fenomena yang dikenal sebagai bias keakraban. Andrew Gallup, profesor biologi perilaku dari Universitas Johns Hopkins, menyebut ada dua hipotesis utama terkait menguap yang menular:

1. Sebagai mekanisme peningkat kewaspadaan kelompok.

Menguap membantu mendinginkan otak dan menjaga kesiagaan. Jika satu orang menguap, dan yang lain ikut, seluruh kelompok bisa menjadi lebih waspada terhadap ancaman di sekitarnya.

2. Sebagai alat penyelarasan sosial.

Menguap juga dianggap sebagai sinyal transisi aktivitas dalam ritme harian. Saat menguap menyebar di dalam kelompok, ini membantu menyinkronkan waktu istirahat, fokus, atau berganti kegiatan secara kolektif. Penelitian terbaru Gallup juga mengindikasikan bahwa hanya dengan melihat orang menguap, kemampuan kita mendeteksi bahaya bisa meningkat. Temuan ini memperkuat teori bahwa menguap bukan hanya soal kantuk, tapi punya fungsi biologis dan sosial yang penting dalam menjaga dinamika kelompok. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.