Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

BPBD Sukabumi Catat 10 Kali Kejadian Longsor di Ruas Jalan Bagbagan-Kiara Dua

Desi Rossilawati
Minggu, 19 Januari 2025 | 04:14 WIB
Bagikan
BPBD Sukabumi Catat 10 Kali Kejadian Longsor di Ruas Jalan Bagbagan-Kiara Dua
VISI.NEWS | SUKABUMI - Longsor kembali menimbun jalan nasional ruas Bagbagan-Kiara Dua, tepatnya di Kampung Cimapag, Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (18/1/2025). “Longsor terjadi 2 kali yaitu sekitar pukul 04.30 WIB kemudian pukul 11.30 WIB,” kata Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna. Daeng menyatakan longsor dengan tinggi 4 meter, panjang 7 meter dan lebar 5 meter itu membuat jalan tidak dapat dilalui kendaraan. “Tidak ada korban luka maupun jiwa dalam peristiwa ini,” ujarnya. Longsor di lokasi itu pertama kali terjadi pada Rabu (15/12/2024) Saat itu, area longsoran begitu luas yang membuat jalan tertutup total hingga beberapa hari. Setelah material longsoran dievaluasi dan jalan terbuka lagi, terjadi beberapa kali longsor susulan. Sehingga BPBD mencatat sudah 10 kali terjadi longsor di lokasi yang sama. Selain menyebabkan jalan tertutup, longsor membuat proses trap untuk tebing longsoran yang sudah mencapai 60 persen harus ditunda dulu dikarenakan kondisi tanah yang masih labil. @andri

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.