BPBD Kabupaten Bandung Gercep Tangani Dampak Bencana Longsor dan Banjir
"TMA meningkat di beberapa lokasi berkisar 10-20 cm, dan surut di beberapa titik," katanya.
Banjir luapan sungai terjadi di Kampung Cibunian dan Kampung Cisurili RW 01, 03, 06 Desa Pangalengan Kec. Pangalengan. "Hujan dengan intensitas deras di seputaran wilayah Kecamatan Pangalengan mengakibatkan beberapa anak sungai mengalami kenaikan debit air sungai, salah satunya sungai Cisurili, sehingga berdampak pada pemukiman warga," ujarnya.
Menurutnya, dari kejadian tersebut sebanyak 33 KK terancam, karena luapan air sengai Cisurili membawa material lumpur. BPBD berkoordinasi dengan aparatur Desa Pangalengan terkait kejadian luapan air sungai yang membawa material lumpur.
Uka Suska mengungkapkan kejadian luapan air sungai/banjir di Desa Tegalluar Kec. Bojongsoang. "Hujan dengan intensitas deras di sepuratan wilayah Kabupaten Bandung terutama di beberapa wilayah yang berdekatan dengan anak sungai mengakibatkan debit air sungai Cikeruh meningkat, sehingga berdampak pada wilayah pemukiman warga.
Naiknya debit air sungai di wilayah Desa Tegaluar mengakibatkan air sungai cikeruh meluap dan berdampak pada pemukiman warga, ada-pun tinggi muka air yang menggenang pada jalan dan pemukiman warga berkisar 10-50 cm. Untuk kendaraan roda 2 dan roda 4, sementara tidak dapat melewati jalan tersebut.
BPBD Berkoordinasi dengan aparatur wilayah setempat mengenai kejadian banjir luapan air Sungai Cikeruh. BPBD melaksanakan assessment dan pemantauan di wilayah tersebut, dan melaksanakan pendataan terkait kejadian luapan air sungai Cikeruh.
Selain itu, kata Uka Suska, BPBD melakukan assessment kejadian bencana banjir dan distribusi logistik di Kecamatan Banjaran. Banjir tersebut akibat luapan Sungai Citalugtug Desa Tarajusari Kecamatan Banjaran.
"Banjir tersebut akibat hujan deras sehingga menyebabkan meluapnya Sungai Citalugtug," katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!