BPBD Kabupaten Bandung Edukasi Masyarakat Terkait Potensi Ancaman Bencana Gempa Bumi

ED
Jumat, 5 Januari 2024 | 18:31 WIB
Bagikan
BPBD Kabupaten Bandung Edukasi Masyarakat Terkait Potensi Ancaman Bencana Gempa Bumi

BPBD juga berusaha untuk mengenalkan drop, cover, hold on. Drop, cover dan hold on adalah 3 metode perlindungan darurat diri sendiri ketika mengalami gempa bumi. Tujuannya untuk sesegera mungkin melindungi tubuh sendiri dari barang-barang berjatuhan saat terjadi gempa bumi.

Mulai dari drop berlutut untuk melindungi kepala, jatuhkan badan, jongkok, berlutut, agar tidak terbentur benda-benda yang menggantung dan bergoyang saat goncangan gempa bumi.

"Cover berlindung, segera cari media perlindungan diri, seperti ke arah meja lebar agar bisa melindungi kepala dan punggung dari benda-benda tajam yang berjatuhan. Hold on bertahan, pegang kaki meja dengan kuat agar badan terlindungi oleh meja, sampai goncangan berhenti," jelasnya.

Uka Suska juga mengatakan bahwa masyarakat bisa memantau informasi yang ada di aplikasi Info BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) terkait dengan kebencanaan. Mulai dari informasi gempa bumi, tsunami, kualitas udara dan prakiraan cuaca. "Tak hanya itu ada peta sebaran titik gempa bumi yang pernah terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2022," katanya.

BPBD pun turut mengungkapkan kapan dan dimana gempa bumi terjadi. Sampai saat ini, dikatakannya, BMKG sebagai instansi pemerintah yang mengawasi kejadian gempa bumi di Indonesia menginformasikan kepada masyarakat bahwa gempa bumi tektonik belum dapat diprediksi waktu kejadiannya, baik hari, tanggal, jam, menit hingga detik.

"Namun, peneliti Indonesia telah mengembangkan teknologi Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi berbasis aplikasi oleh BMKG yang bernama Indonesia Earthquake Early Warning System' (InaEEWS). Sistem ini akan memberikan informasi lebih dini sebelum gempa kuat melanda suatu kawasan," jelasnya.

Apa itu gempa bumi?

Dijelaskan, gempa bumi peristiwa bergetarnya bumi akibat pelepasan energi di dalam bumi secara tiba-tiba yang ditanda dengan patahnya lapisan batuan pada kerak bumi. Akumulasi energi penyebab terjadinya gempa bumi dihasilkan dari pergerakan lempeng-lempeng tektonik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.