BPBD Jabar Akan Membentuk Santri Siaga Bencana di Setiap Ponpes
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 15 November 2024 | 17:45 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin bersama Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Barat, Anne Hermadianne Adnan meninjau lokasi robohnya dinding kolam di pondok pesantren (ponpes) Darussyifa Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Kamis (14/11/2024).
Insiden yang terjadi pada Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 21.30 WIB itu menyebabkan empat orang santri meninggal dunia dan lima santri harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Terkait kejadian itu, Bey mengungkapkan kedepannya harus dibentuk santri siaga bencana di setiap pondok pesantren (ponpes). Menurut dia di Jawa Barat terdapat 1.200 ponpes.
“Kami meminta Kalak BPBD berkoordinasi ke seluruh BPBD kota kabupaten untuk melakukan koordinasi ke seluruh pondok pesantren untuk membentuk santri siaga bencana. Karena kita tahu di ponpes itu banyak asrama, minimal di setiap asrama ada koordinator dan tahu apa yang harus dilakukan disaat terjadi bencana,” ujarnya.
Anne menambahkan BPBD Jabar akan berkolaborasi dengan setiap pondok pesantren untuk membentuk santri siaga bencana sehingga di setiap ponpes nanti ada yang namanya emergency respons team.
“BPBD akan melatih mereka, kita edukasi kita simulasikan. Jadi ketika ada tanda-tanda bencana itu akan datang, mereka sudah tahu dan mewarning bisa dengan berbagai cara,” ujar Anne.
Anne menyatakan pembentukan santri siaga bencana ini akan diawali dengan imbauan selanjutnya apabila ada permintaan dari ponpes mengenai pembentukan santri siaga bencana dapat berkoordinasi dengan BPBD kota atau kabupaten.
Pembentukan santri siaga bencana ini perlu dilakukan mengingat Jawa Barat merupakan provinsi yang tinggi angka bencana hidrometeorloginya se-Indonesia. Bencana hidrometeorologi itu meliputi banjir, longsor serta angin kencang.
Menurut Anne hingga dari awal November hingga pertengahan November sudah terjadi 81 bencana.
“81 kejadian hidrometeorologi basah itu dari tanggal 1 November sampai tanggal 14 November. Untuk wilayah yang paling banyak kejadian itu di Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Sebelumnya, sembilan orang santri ponpes Darussyifa Yaspida, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi tertimpa tembok pematang kolam yang roboh. Dalam kejadian itu, empat orang santri meninggal dan lima orang santri mengalami luka-luka.
Mereka yang meninggal dalam kejadian itu merupakan santri sekaligus siswa kelas VIII SMP.
Pihak Yaspida menyatakan peristiwa itu terjadi di area ponpes tepatnya di lokasi yang pada 5 November lalu tergerus longsor menyebabkan ambrolnya kolam ikan serta kolam penampungan air bersih.
Ketinggian tembok pematang kolam yang roboh itu 1 meter dan panjangnya sekitar 10 meter. Sebelum kejadian tersebut, pihak Yaspida sudah melarang santri untuk masuk ke area tersebut. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!