Bos Meta Kembangkan AI untuk Percepat Penemuan Obat Baru
CEO Meta, Mark Zuckerberg./visi.news/vietnam.
"Kami telah memverifikasi kemampuan model ini dan memvalidasi banyak prediksinya pada kasus penyakit imun maupun kanker. Hasilnya sangat menjanjikan," kata Priscilla Chan kepada Reuters.
Biohub menyebut para peneliti telah menggunakan model tersebut untuk menciptakan protein binder baru yang menargetkan kanker dan penyakit imun. Dalam pengujian laboratorium, protein tersebut diklaim mampu mengaktifkan kembali sel imun yang berperan penting dalam melawan penyakit.
Ke depan, model AI ini akan tersedia secara terbuka melalui berbagai platform analisis biologis, termasuk biohub.ai, AWS Bio Discovery, dan SandboxAQ. Biohub juga berencana menyediakan kredit komputasi bagi para peneliti agar dapat mengakses dan menjalankan model tersebut.
Langkah ini menjadi bagian dari visi jangka panjang Chan Zuckerberg Initiative yang sejak 2015 telah menginvestasikan lebih dari 7 miliar dollar AS untuk kegiatan filantropi dan riset. Dengan memadukan AI dan biologi, Biohub berharap proses penemuan obat baru dapat berlangsung lebih cepat, efisien, dan menjangkau lebih banyak penyakit yang selama ini sulit ditangani.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!