Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Bongbong Marcos Tegaskan Filipina Patuhi ICC dalam Penangkapan Duterte

Desi Rossilawati
Rabu, 12 Maret 2025 | 22:10 WIB
Bagikan
Bongbong Marcos Tegaskan Filipina Patuhi ICC dalam Penangkapan Duterte
VISI.NEWS | FILIPINA - Presiden Filipina Ferdinand 'Bongbong' Marcos Jr menegaskan bahwa penangkapan mantan Presiden Rodrigo Duterte di Bandara Internasional Ninoy Aquino Manila pada Selasa (11/3/2025) bukan bagian dari persekusi politik. Bongbong menekankan bahwa langkah ini merupakan kepatuhan terhadap perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), yang sebelumnya telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Duterte atas dugaan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam operasi antinarkoba selama masa kepresidenannya. Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Bongbong membantah tuduhan bahwa penangkapan ini bermotif politis. Ia menyebut penyelidikan terhadap Duterte sudah dimulai sejak 2017, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Presiden. "Jadi, saya tidak melihat bahwa hal itu (penangkapan Duterte) merupakan persekusi politik karena itu sudah diinisiasi sebelum saya muncul (jadi Presiden Filipina)," ujar Bongbong, dikutip dari Inquirer. "Sekali lagi, kita harus mengakui, tentu saja, wajar saja jika seorang mengaitkan dengan dinamika politik, tapi kami hanya mengikuti Interpol (kepolisian internasional)," ucap Bongbong. Sebelumnya, Filipina menolak permintaan ICC untuk menangkap Duterte. Namun, pemerintah akhirnya memenuhi permintaan Interpol setelah menerima salinan resmi surat perintah penangkapan dari ICC. "Kami tidak berkomunikasi langsung dengan ICC. Mereka meminta banyak dokumen dari kami, tapi kami tidak menyediakannya satu pun. Bagaimanapun, kami tidak bisa menolak Interpol ketika mereka meminta bantuan kami untuk menangani orang ini (Duterte)," imbuh Bongbong. Perseteruan politik antara keluarga Duterte dan Bongbong semakin memanas sejak tahun lalu, terutama setelah pemerintah Filipina mengusulkan perubahan konstitusi yang memungkinkan presiden menjabat lebih dari satu periode. Hal ini memicu kemarahan keluarga Duterte, yang merasa Bongbong mengingkari kesepakatan politik dengan mereka. Ketegangan semakin meningkat setelah Sara Duterte, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Filipina, mengklaim bahwa ia telah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh Bongbong jika dirinya meninggal, karena ia yakin bahwa pihak Bongbong berada di balik rencana tersebut. Akibatnya, Sara Duterte akhirnya dimakzulkan dari jabatannya oleh Parlemen Filipina. Situasi ini menandai eskalasi terbesar dalam persaingan politik antara dua kubu yang sebelumnya pernah bekerja sama dalam pemerintahan Filipina. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.