Bojan Hodak Tutup Era Emas PERSIB dengan Tiga Gelar Beruntun

ED
Kamis, 28 Mei 2026 | 08:13 WIB
Bagikan
Bojan Hodak Tutup Era Emas PERSIB dengan Tiga Gelar Beruntun

Bojan Hodak. /persib.co.id

VISI.NEWS | BANDUNG - PERSIB Bandung kembali menorehkan tinta emas dalam sejarah sepak bola Indonesia setelah sukses menjadi klub pertama yang meraih tiga gelar juara secara beruntun di kasta tertinggi sepak bola nasional sejak era Liga Indonesia.

Di balik pencapaian monumental tersebut, berdiri sosok pelatih asal Kroasia, Bojan Hodak, yang menjadi arsitek utama kesuksesan Maung Bandung selama tiga musim terakhir. Namun, musim depan akan menjadi babak baru bagi PERSIB setelah posisi pelatih kepala resmi diteruskan kepada asistennya, Igor Tolic.

Menutup perjalanannya bersama PERSIB, Bojan Hodak membagikan testimoni penuh emosional mengenai perjalanan tiga tahun yang sarat tantangan, tekanan, dan pencapaian bersejarah.

Menurut Hodak, keberhasilan PERSIB tidak lahir dari kerja individu semata, melainkan hasil kolaborasi seluruh elemen klub yang mampu bekerja dalam satu visi besar.

“Saya beruntung saat pertama kali tiba di sini, saya menemukan sekelompok orang yang sangat baik di dalam klub. Tiba-tiba semua orang mulai bekerja sama dan begitulah cara kami memenangkan trofi pertama dan kedua,” ujar Hodak.

Meski demikian, ia mengakui musim ketiga menjadi periode paling berat selama menangani PERSIB. Perubahan besar dalam komposisi pemain membuat tim harus memulai banyak hal dari awal. Dari total 31 pemain, sebanyak 23 pemain mengalami pergantian.

Situasi tersebut membuat proses membangun chemistry tim menjadi jauh lebih sulit dibanding musim-musim sebelumnya. Namun, di tengah tantangan besar itu, PERSIB justru mampu mempertahankan dominasinya di kompetisi nasional.

“Tahun terakhir ini benar-benar sulit bagi kami. Menghasilkan pencapaian seperti ini lagi di tengah ketatnya investasi besar dari kompetitor seperti Borneo FC dan Persija Jakarta adalah sesuatu yang fantastis. Saya sangat senang kami bisa mengumpulkan poin terbanyak dalam tiga tahun ini,” katanya.

Hodak juga memberikan apresiasi tinggi terhadap loyalitas bobotoh yang dinilainya menjadi salah satu kekuatan utama PERSIB hingga mampu menjelma sebagai klub besar di Asia Tenggara.

Menurutnya, identitas besar PERSIB tidak bergantung pada satu pelatih atau pemain tertentu karena kekuatan utama klub berada pada dukungan suporter yang tidak pernah surut.

“Klub ini lebih besar daripada pelatih manapun atau pemain manapun. Akan selalu ada pemain dan pelatih baru, namun klub akan tetap terus berjalan dengan baik,” tegasnya.

Dalam testimoninya, Hodak secara khusus memuji sikap dewasa yang ditunjukkan bobotoh pada pertandingan terakhir musim ini. Ia menilai atmosfer stadion berjalan sangat kondusif tanpa adanya aksi penyalaan petasan maupun invasi suporter ke lapangan.

Baginya, kondisi tersebut menjadi pertanda positif bagi masa depan sepak bola Indonesia, terutama dalam menciptakan lingkungan stadion yang aman dan nyaman bagi keluarga.

Hodak percaya keberhasilan PERSIB meraih tiga gelar beruntun akan membuat tekanan di musim berikutnya semakin besar. Semua tim dipastikan memiliki motivasi ekstra untuk menghentikan dominasi Maung Bandung.

“Tekanannya akan lebih besar. Ketika Anda menang tiga kali, semua orang pasti punya motivasi ekstra untuk mengalahkan Anda. Itu normal, tapi saya yakin klub ini mampu mengatasinya,” ucapnya.

Keberhasilan PERSIB mencatat hattrick juara sekaligus menandai berakhirnya era emas Bojan Hodak di Bandung. Meski kursi pelatih akan berganti, warisan sejarah yang ditinggalkannya dipastikan akan terus dikenang bobotoh sebagai salah satu periode paling gemilang dalam perjalanan klub kebanggaan Jawa Barat tersebut.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.