Bocah Perempuan di Sragen Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki

Desi Rossilawati
Sabtu, 6 Juni 2026 | 13:15 WIB
Bagikan
Bocah Perempuan di Sragen Ditemukan Tewas, Polisi Selidiki

Ilustrasi./visi.news/polri.go.id.

VISI.NEWS | SRAGEN - Seorang bocah perempuan berinisial B (11), warga Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya, Jumat (5/6/2026).

Kasus ini mengundang perhatian warga setempat dan kini masih dalam penyelidikan aparat kepolisian untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga berada seorang diri di rumah saat kejadian berlangsung. Sang ibu, Dewi, diketahui sedang bekerja di sebuah pabrik rokok, sedangkan ayah sambung korban, Sukadi, juga tidak berada di rumah.

Kepala Desa Dawung, Aris Sudaryanto, menjelaskan bahwa kondisi lingkungan di sekitar rumah korban memang relatif sepi pada pagi hingga sore hari karena sebagian besar warga bekerja di luar rumah.

"Kedua orangtuanya sedang kerja, hanya korban di sini dia anak tunggal, ayah kandungnya meninggal dunia kemudian menikah lagi dengan Pak Sukadi," kata Aris dalam keterangannya dikutip, Jumat (5/6/2026).

Peristiwa tersebut baru terungkap sekitar pukul 16.00 WIB ketika Dewi pulang dari tempat kerjanya. Setibanya di rumah, ia mendapati putrinya sudah dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah.

Menurut Aris, sang ibu langsung mengalami syok dan berteriak histeris setelah melihat kondisi korban. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berdatangan ke lokasi untuk mengetahui apa yang terjadi.

"Ibunya pulang dari kerja dari pabrik rokok pulang histeris, kemudian warga mulai berdatangan," ujar Aris.

Laporan dari warga selanjutnya diteruskan kepada pemerintah desa dan pihak kepolisian. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan mengamankan area kejadian.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan seragam Pramuka. Jasadnya berada di area kamar tidur rumah. Aris yang turut datang ke lokasi mengaku sempat melihat kondisi korban setelah menerima laporan dari warga.

"Ibu'e sudah histeris, terus saya masuk (rumah) kondisi jenazah seperti itulah, banyak bekas bacokan. Muka sama sini (tangan) dan sudah kering (lukanya). Tapi ada banyak bekas telapak kaki di lantai," kata Aris.

Ia juga menyebut korban mengalami sejumlah luka serius pada beberapa bagian tubuh.

"Banyak bekas luka, tangan dan muka yang tidak berbentuk, ada jari yang patah dan ditemukan korban masih mengenakan seragam Pramuka," ungkapnya.

Hingga Jumat malam, jajaran Polres Sragen masih melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai barang bukti yang ditemukan di lokasi. Dalam proses penyelidikan tersebut, muncul fakta lain yang turut menjadi perhatian petugas.

Menurut Aris, satu unit sepeda motor Honda Vario berwarna biru milik keluarga korban diketahui tidak berada di rumah saat kejadian terungkap.

"Sepeda motor Vario biru tidak diketahui keberadaannya atau hilang hingga saat ini," ujar Aris.

Saat ini, polisi masih mendalami hubungan antara hilangnya kendaraan tersebut dengan kematian korban. Aparat juga menelusuri berbagai petunjuk yang ditemukan di lokasi, termasuk jejak telapak kaki di dalam rumah.

Hingga kini, kepolisian belum memberikan keterangan terkait motif maupun penyebab pasti peristiwa tersebut dan masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku serta kronologi lengkap kejadian.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.