Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

BMKG Ungkap Alasan di Balik Banjir Besar yang Melanda Bekasi

Desi Rossilawati
Rabu, 5 Maret 2025 | 14:00 WIB
Bagikan
BMKG Ungkap Alasan di Balik Banjir Besar yang Melanda Bekasi

Kombinasi dari faktor-faktor ini menciptakan kondisi atmosfer yang labil, dengan kelembapan udara yang tinggi.

Kondisi ini mendukung terbentuknya Mesoscale Convective Complex (MCC), yang merupakan sebuah sistem awan konvektif berskala besar yang menyebabkan hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang.

Berdasarkan pemantauan BMKG, curah hujan di wilayah Jabodetabek pada periode (3-4/3/2025) menunjukkan variasi intensitas.

"Curah hujan ekstrem (>150 mm/hari) tercatat di Katulampa (232 mm), sementara di wilayah Bekasi berkisar antara 94 mm hingga 141 mm per hari, yang masuk dalam kategori lebat hingga sangat lebat. Meskipun curah hujan di Bekasi cukup tinggi, wilayah hulu mengalami curah hujan lebih besar, yang berpotensi meningkatkan aliran air ke wilayah hilir," ungkapnya.

Selain faktor meteorologis, aliran air dari wilayah hulu juga disebut berpotensi memengaruhi kondisi genangan di Bekasi.

Menurut Andri, kombinasi antara curah hujan lokal yang signifikan dan pasokan air dari wilayah yang menerima curah hujan lebih tinggi dapat berkontribusi terhadap peningkatan debit air di Bekasi.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa banjir yang terjadi pada Selasa kemarin adalah yang paling parah dari yang pernah terjadi.

"Banjir ini paling parah bukan saja buat warga, melainkan juga untuk Kota Bekasi. Ini di luar prediksi," kata Tri saat melakukan pemantauan di Pondok Gede Permai, dikutip dari keteranfannya, Rabu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.