Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Berikut Dafar 3 Tim Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 1 Aug 2026 BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 2 Agustus 2026 1 Aug 2026 Volume Sampah Kota Sukabumi Terus Meningkat, Akhir Pekan Bisa Capai 194 Ton 1 Aug 2026 Dapur SPPG di Sukabumi Berhenti Beroperasi Sementara Buntut Dugaan Keracunan 1 Aug 2026 VinFast Resmi Gebrak Filipina, Buka 21 Dealer Motor Listrik Sekaligus 1 Aug 2026 Hunian Tak Lagi Sekadar Tempat Tinggal, Pinhome Ungkap Tren Baru Properti 2026 1 Aug 2026 Opening Festival Al Jabbar Digarap Maestro, Siap Guncang Jawa Barat! 1 Aug 2026 Tinta Emas KDS Membawa Pramuka Kabupaten Bandung Teladan di Jawa Barat 1 Aug 2026 Musda KNPI Jabar Tetapkan Bayu Umbara Sebagai Bakal Calon 1 Aug 2026 Kejagung Geledah Rumah Febrie Adriansyah Terkait TPPU 1 Aug 2026 Berikut Dafar 3 Tim Lolos ke Semifinal Piala Presiden 2026 1 Aug 2026 BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 2 Agustus 2026 1 Aug 2026

BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 2 Agustus 2026

Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 13:55 WIB
Bagikan
BMKG Rilis Daftar Wilayah Berpotensi Hujan Lebat 2 Agustus 2026

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi sejumlah wilayah Indonesia berpotensi mengalami hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (2/8/2026). Kondisi tersebut diperkirakan terjadi meskipun sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau.

BMKG menjelaskan, perkembangan iklim global saat ini masih menunjukkan kondisi yang mendukung berlanjutnya cuaca kering di Indonesia. Nilai indeks Nino 3.4 dasarian sebesar +2.26 dan Southern Oscillation Index (SOI) -28.2 menunjukkan kondisi El Nino kuat yang diperkirakan masih dapat mengalami penguatan.

Fenomena El Nino tersebut berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan dan menekan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

“Kondisi ini tercermin dalam prakiraan Dasarian I Agustus 2026, di mana curah hujan kategori rendah diprediksi mendominasi sekitar 91,43 persen wilayah Indonesia, sementara 8,57 persen lainnya berada pada kategori menengah, tanpa adanya wilayah yang diprakirakan mengalami curah hujan kategori tinggi maupun sangat tinggi,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Meski demikian, BMKG menyebut peluang terjadinya hujan masih terdapat di sejumlah wilayah Indonesia. Aktivitas gelombang ekuatorial Rossby dan Kelvin yang melintasi sebagian Sumatera dan Kalimantan diprakirakan dapat mendukung pertumbuhan awan hujan.

Selain itu, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) secara spasial berpotensi memengaruhi wilayah Indonesia bagian timur.

“Selain itu, keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W di Samudra Pasifik sebelah utara Papua Barat dapat membentuk pola konvergensi dan konfluensi di sekitar Laut Filipina serta wilayah di sekitar sirkulasinya,” ungkap BMKG.

Menurut BMKG, kondisi tersebut dapat mendorong pertemuan dan penumpukan massa udara sehingga hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpeluang terjadi secara lokal. Potensi tersebut terutama berada di wilayah yang dipengaruhi gelombang atmosfer, bibit siklon tropis, serta daerah konvergensi dan konfluensi.

Selain potensi hujan, BMKG juga memperkirakan peningkatan kecepatan angin permukaan masih terjadi di sejumlah wilayah perairan dalam beberapa hari ke depan.

Wilayah perairan yang berpotensi mengalami peningkatan angin meliputi sebagian Laut Andaman, Laut China Selatan, Selat Karimata, Laut Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa hingga selatan Nusa Tenggara Timur, Laut Flores, Laut Banda, Laut Seram, dan Laut Arafura.

“Keberadaan Bibit Siklon Tropis 94W turut berpotensi meningkatkan kecepatan angin dan tinggi gelombang di perairan utara Indonesia,” papar BMKG.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.