BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan di NTT

Desi Rossilawati
Selasa, 18 Agustus 2026 | 15:14 WIB
Bagikan
BMKG Catat 2.119 Gempa Susulan di NTT

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 2.119 gempa susulan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8/2026).

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan data tersebut merupakan pembaruan hingga Selasa (18/8/2026) pukul 05.00 WIB.

"Update gempa bumi susulan gempa Flores M 7,7 hingga tanggal 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, total gempa bumi susulan 2.119," ujar Wijayanto dalam keterangannya dikutip, Selasa (18/8/2026).

Dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 6,2. Sementara itu, terdapat 24 gempa susulan dengan magnitudo di atas 5.

Adapun gempa susulan dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo 1,3. BMKG juga mencatat sebanyak 70 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.

"Gempa susulan yang dirasakan sebanyak 70 kali," lanjutnya.

Gempa utama yang memicu rangkaian gempa susulan tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB. Hasil pemutakhiran BMKG mencatat magnitudonya mencapai 7,7.

Gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas tektonik di Sesar Naik Flores atau Flores Back-Arc Thrust dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Guncangan gempa berdampak pada sejumlah wilayah di sekitar Flores. Beberapa daerah yang terdampak meliputi Manggarai Bagian Utara, Ngada Bagian Utara, Ende, Flores Timur, dan Jeneponto.

Saat gempa utama terjadi, BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah wilayah. Peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB, sekitar 2 jam 31 menit 37 detik setelah gempa.

Korban Meninggal Capai 68 Jiwa

Bencana gempa bumi tersebut juga menimbulkan korban jiwa. BNPB mencatat sebanyak 68 orang meninggal dunia akibat gempa M 7,7 di NTT.

"Ada 68 jiwa yang meninggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Senin (17/8/2026).

BNPB menyatakan hingga 17 Agustus 2026 tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang di wilayah terdampak.

Meski demikian, tim Basarnas masih disiagakan di tujuh kabupaten terdampak untuk mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.

"Tim dari Basarnas masih siaga di tujuh kabupaten terdampak. Hingga saat ini, 17 Agustus, sudah tidak ada laporan warga yang hilang di wilayah terdampak. Namun demikian, tim Basarnas tetap melakukan upaya pencarian dan menerjunkan personel secara optimal di daerah-daerah terdampak," kata Berton.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.