Bisnis SCG Melesat di Q1 2024 melalui Inovasi Hijau, Penggunaan Energi Bersih, dan Ekspansi ke Pasar

ED
Selasa, 30 April 2024 | 05:05 WIB
Bagikan
Bisnis SCG Melesat di Q1 2024 melalui Inovasi Hijau, Penggunaan Energi Bersih, dan Ekspansi ke Pasar

VISI.NEWS | JAKARTA - SCG, perusahaan konglomerat terkemuka asal Thailand, melaporkan hasil operasionalnya untuk Q1/2024, menunjukkan peningkatan dari kuartal sebelumnya yang didorong oleh inovasi hijau, manajemen biaya yang efektif, pemulihan pariwisata, dan tanda-tanda pemulihan ekonomi Thailand.

SCG siap menghadapi potensi penurunan ekonomi global yang ditimbulkan oleh ketegangan di Timur Tengah dengan menyesuaikan rencana bisnis, mengelola rantai pasokan dengan efektif, dan terus melanjutkan strategi “Inclusive Green Growth” (Pertumbuhan Hijau yang Inklusif).

Strategi ini termasuk meningkatkan porsi energi bersih untuk membantu menekan biaya, mempercepat inovasi hijau sebagai jawaban atas megatren global, dan memperluas bisnis ke pasar-pasar berpotensi tinggi.

Thammasak Sethaudom, President & CEO SCG, menjelaskan, "Hasil operasional SCG Q1/2024 telah menunjukkan peningkatan. Meskipun terdapat fluktuasi ekonomi global dan penurunan industri petrokimia, SCG berhasil mengelola biaya dan secara konsisten menyediakan inovasi hijau ke pasar, yang menghasilkan Pendapatan dari Penjualan sebesar Rp54,3 triliun (USD 3,5 miliar), meningkat 3% q-o-q, dan EBITDA mencapai Rp5,5 triliun (USD 354 juta), naik 16% q-o-q, dengan Laba Bersih Periode sebesar Rp1 triliun (USD 68 juta), meningkat Rp1,5 triliun (USD 100 juta) q-o-q.

Pencapaian ini didorong oleh pengembangan produk-produk hijau inovatif (SCG Green Choice) yang memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus berkontribusi pada pengurangan emisi karbon, di antaranya semen rendah karbon, polimer hijau, dan kemasan berkelanjutan.

Penjualan produk-produk SCG Green Choice mencapai Rp28,6 triliun (USD 1,8 miliar), menyumbang 53% dari total penjualan, meningkat Rp484,3 juta (USD 31,2 juta) q-o-q, berkontribusi pada pengurangan emisi CO2 sebesar 230.000 ton. Pada saat yang sama, pengurangan biaya yang signifikan telah dicapai dengan menggunakan proses produksi ramah lingkungan, dengan pabrik semen Thailand meningkatkan bagian penggunaan bahan bakar alternatif menjadi 47%. Selain itu, The Siam Cement Public Company Limited (SCC) telah terdaftar di Bursa Efek Singapura sejak 1 April, memberikan jalur baru bagi investor asing untuk membeli saham SCC.”

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.