Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

BI Optimistis Ekonomi Jabar Tumbuh Hingga 5,5% di 2025

Desi Rossilawati
Jumat, 7 Februari 2025 | 17:30 WIB
Bagikan
BI Optimistis Ekonomi Jabar Tumbuh Hingga 5,5% di 2025
VISI.NEWS | JABAR - Bank Indonesia (BI) optimistis pertumbuhan ekonomi Jawa Barat pada tahun 2025 sejalan dengan pertumbuhan yang tercatat tahun sebelumnya. "Tahun lalu capaian pertumbuhan ekonomi Jabar seperti rilis BPS mencapai 4,95 persen pada 2024, masih dalam rentang target pemerintah antara 4,7 hingga 5,5. Tahun ini pun masih optimistis ada dalam target tersebut," ujar Deputy Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Barat Muslimin Anwar, Kamis (6/2/2025). Anwar menjelaskan bahwa meskipun efisiensi APBN dan APBD dapat memicu perlambatan di sejumlah sektor, beberapa sektor lainnya justru berpotensi berkembang dan mendorong Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). "Efisiensi tentu akan menimbulkan pro dan kontra. Di satu sisi mungkin akan ada koreksi atau perlambatan tapi sisi lain akan terdorong tumbuh. Kami yakin pemerintah sudah menghitung itu untuk mencapai pertumbuhan 8 persen di tahun 2028 atau 2029," ujarnya. BI juga akan terus berupaya memperkuat nilai tukar rupiah serta mengoptimalkan potensi ekspor-impor sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi, selain konsumsi dan investasi. Muslimin meyakini, dengan sinergi yang lebih baik antara pemerintah pusat, provinsi, serta kabupaten-kota setelah pelantikan kepala daerah baru, pertumbuhan ekonomi Jabar dapat terus berakselerasi. "Konsumsi pemerintah akan terjadi normalisasi pasca - pemilu, dan kami yakin akan tumbuh seiring berjalannya waktu, terlebih jika kepala daerah resmi dilantik dan mulai bekerja. Selanjutnya koordinasi dan sinergi pusat, provinsi dan kabupaten-kota harus semakin baik," tegasnya. Pengamat ekonomi dari Universitas Pasundan, Acuviarta Kartabi, menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat meningkat jika penghematan anggaran APBD difokuskan untuk mendorong sektor riil. "Dari sisi fiskal ada dampak penghematan anggaran terhadap berbagai aktivitas sektor usaha, sehingga kita harus memastikan shifting anggaran atau efisiensi betul-betul memiliki daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi," ujarnya. Diversifikasi sektor ekonomi seperti industri, pertanian, dan perdagangan harus dioptimalkan sebagai pilar utama, sementara sektor jasa, transportasi, dan properti perlu terus didorong untuk menopang pertumbuhan yang lebih kuat. "Saya kira dari sisi sektoral itu langkah makronya. Langkah mikronya perlu diupayakan agar sektor-sektor potensial bisa didorong lebih kuat untuk mengimbangai peran tiga sektor terbesar itu," tambah Acu. Acuviarta juga menyoroti perlunya stabilitas inflasi agar konsumsi rumah tangga tetap optimal. Hilirisasi industri pertanian dan perikanan, diversifikasi komoditas ekspor, serta penyelesaian masalah perizinan dan infrastruktur juga disebutnya sebagai faktor krusial yang dapat meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi Jabar di masa mendatang. "Akan ada lompatan besar kalau kita dapat mengembangkan hilirisasi industri komoditas pertanian, perkebunan dan perikanan serta kehutanan. " ujarnya. "Saya juga melihat potensi investasi kita sangat besar, hanya perlu didorong antara sinergi pusat dan daerah, banyak investasi terkendala izin, ketersediaan air, lahan, bahan bakar gas, dan tenaga kerja yang cocok untuk kebutuhan investasi. Selain soal ekspor kita harus lebih variatif, terutama ekspor komoditas pertanian," tutup dia.  @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.