BGN Catat 211 Kasus Keracunan dari Program MBG Sepanjang 2025
VISI.NEWS | JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat sebanyak 211 kasus keracunan pangan terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun 2025. Dari total kasus tersebut, 11.640 orang dilaporkan mengalami keracunan, dengan ratusan di antaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengungkapkan Adata tersebut dalam rapat bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/11/2025). Ia menjelaskan, kasus keracunan akibat MBG menyumbang hampir setengah dari total kejadian keracunan pangan nasional yang mencapai 441 kasus.
"Terkait dengan berbagai kejadian di Tanah Air, terkait khususnya keracunan pangan di Indonesia secara umum, total kejadian di Indonesia itu sampai hari ini ada 441 total kejadian, di mana MBG menyumbang 211 kejadian atau kurang lebih 48 persen dari total keracunan pangan yang ada di Indonesia," ujar Dadan dikutip dalam keterangannya, Rabu (12/11/2025).
Dadan menyampaikan, 636 orang dari 11.640 korban keracunan MBG harus menjalani rawat inap di rumah sakit. Sisanya, sebanyak 11.004 korban menjalani rawat jalan.
Hanya saja, Dadan mengakui data BGN mengenai kasus keracunan MBG ini berbeda dengan Kemenkes.
"Dan jika dilihat total penerima manfaat yang menerima gangguan kesehatan itu yang rawat inap ada 636 kalau di data kami, kalau di Kemenkes 638. Beda 2. Tapi kami akan sinkronkan," tuturnya.
"Kemudian yang rawat jalan di data kami 11.004. Di Kemenkes 12.755. Sehingga totalnya kalau berbasis laporan Kemenkes itu 13.371 penerima manfaat yang alami gangguan kesehatan akibat program makan bergizi," sambungnya.
Sementara itu, Dadan memjelaskan bahwa BGN sudah memproduksi total 1,8 miliar porsi MBG selama ini.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!