BetterPlace Akuisisi TROOPERS, Perkuat Platform Teknologinya untuk Pekerja Garis Depan di Asia Tenggara
"Kami gembira menawarkan solusi SaaS canggih yang memenuhi pesatnya permintaan pasar. Platform SaaS komprehensif dan algoritma kami yang didukung kecerdasan buatan (AI), kini dikombinasikan dengan solusi flexi-talent TROOPERS yang inovatif. Maka, perusahaan dapat mengatasi tantangan secara efektif, seperti tingginya tingkat peralihan karyawan (attrition rate), lonjakan biaya tenaga kerja dan manajemen, serta kelangkaan tenaga kerja yang ahli. Di saat bersamaan, frontline worker dapat mengoptimalkan potensi penghasilannya lewat algoritma gig matching yang dirancang secara eksklusif oleh TROOPERS," lanjut Pravin.
Joshua Tan, Salah Satu Pendiri dan CEO, TROOPERS, berkata, "Mayoritas ekosistem ketenagakerjaan di Asia Tenggara bersifat informal. Hal ini mempersulit pekerja ketika mencari pekerjaan sampingan atau meningkatkan potensi penghasilan. Lebih lagi, pekerja tidak menguasai keahlian penting yang memenuhi kebutuhan perusahaan yang kian besar. Berdasarkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan legitimasi, kami merintis TROOPERS untuk mengatasi kelangkaan tenaga kerja & produktivitas tenaga kerja bagi perusahaan sekaligus meningkatkan mata pencaharian pekerja di Malaysia."
"Kami ingin memanfaatkan keunggulan teknologi dan keahlian industri BetterPlace untuk memperluas skala layanan TROOPERS, serta menghadirkan transformasi frontline work di Asia Tenggara," kata Joshua.
Masa Depan Gig dan WaaS
Pekerjaan temporer (gig) dan WaaS mencerminkan masa depan dunia kerja, serta mengatasi tingginya keberagaman pola permintaan tenaga kerja yang kerap dialami perusahaan. Selain itu, perusahaan ingin mengatasi kesenjangan keterampilan kerja lewat suplai pekerja yang "tepat waktu" atau memadai. Lewat cara ini, pekerja juga memaksimalkan potensi penghasilannya setelah terhubung dengan pekerjaan temporer (gig) yang cocok. Namun, perusahaan terus terkendala mencari pekerja fleksibel yang tepat, mengelola jadwal kerja, dan mengatasi isu keahlian kerja. Akhirnya, hal tersebut berdampak pada produktivitas dan efisiensi operasional.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!