Bertemu di Muscat, AS dan Iran Buka Jalur Komunikasi soal Nuklir
Editor
Desi Rossilawati
Senin, 14 April 2025 | 21:15 WIB
VISI.NEWS | OMAN - Dalam perkembangan terbaru hubungan internasional, delegasi dari Amerika Serikat dan Iran telah menyepakati untuk melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir Iran pekan depan. Pertemuan awal dilakukan di Muscat, Oman, dan berlangsung secara tidak langsung namun dalam suasana yang dinilai saling menghormati.
Utusan Khusus AS Steve Witkoff memimpin delegasi Negeri Paman Sam, sementara Iran diwakili oleh Menlu Abbas Araghchi, yang didampingi oleh pejabat senior lainnya. Keduanya membahas isu-isu sensitif yang berkaitan dengan nuklir dalam suasana yang disebut 'positif dan konstruktif' dilaporkan oleh Al Jazeera, Minggu (13/4/2025).
Meskipun sebelumnya Presiden AS Donald Trump menginginkan perundingan dilakukan secara langsung, Iran tetap bersikukuh bahwa negosiasi harus berlangsung secara tidak langsung, hanya fokus pada program nuklir tanpa menyentuh isu militer atau dukungan Iran terhadap sekutu-sekutunya di kawasan.
Sebelum pembicaraan dimulai, Trump sempat memberi peringatan keras kepada Iran.
"Saya ingin mereka tidak memiliki senjata nuklir. Saya ingin Iran menjadi negara yang luar biasa, hebat, dan bahagia, tetapi mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegasnya.
Tak hanya itu, Gedung Putih dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga menyampaikan pesan bernada serupa. Ia mengatakan Iran dilarang memiliki senjata nuklir, dan itu menjadi landasan utama perundingan.
Para diplomat dari kedua pihak kini sedang menyiapkan dokumen posisi masing-masing, sebagai langkah teknis menuju perundingan berikutnya. Negosiasi ini mungkin jadi ujian penting bagi stabilitas Timur Tengah dan masa depan kesepakatan nuklir. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!