Berikut Daftar 4 Destinasi Pendakian di Bandung Utara Ditutup Sementara

Desi Rossilawati
Rabu, 9 September 2026 | 20:24 WIB
Bagikan
Berikut Daftar 4 Destinasi Pendakian di Bandung Utara Ditutup Sementara

Gunung Manglayang./visi.news/blogspot.

VISI.NEWS - Empat destinasi dan jalur pendakian di wilayah Bandung Utara ditutup sementara menyusul kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Penutupan tersebut mengacu pada Surat Edaran (SE) Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Kebijakan diterapkan sebagai langkah pencegahan karhutla yang berpotensi meningkat akibat musim kemarau panjang yang diperkuat fenomena El Nino.

Adapun empat destinasi pendakian di Bandung Utara yang ditutup sementara yaitu:

  1. Gunung Burangrang, di perbatasan Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Kabupaten Purwakarta.

  2. Kawasan Cikole Lembang, melalui Trek 11 dan Lorong Lumut Sukawana.

  3. Gunung Manglayang, di Kabupaten Bandung.

  4. Gunung Palasari, di Kabupaten Subang.

Kepala Sub Seksi Hukum Kepatuhan Agraria dan Komunikasi Perusahaan pada Perum Perhutani KPH Bandung, Endan Cahyadi, mengatakan penutupan destinasi dan rute pendakian tersebut bersifat sementara.

Menurutnya, belum ada tanggal pasti kapan jalur pendakian akan kembali dibuka karena pembukaan akan menyesuaikan kondisi cuaca dan perkembangan musim kemarau.

"Dalam SE dari Gubernur pun tidak menyebutkan tanggal pastinya, karena kita tidak bisa memprediksi sampai kapan musim kemarau ini berlangsung," kata Endan dalam keterangannya dikutip, Rabu (9/9/2026).

Pendakian dan Camping Dilarang

Endan menjelaskan, aktivitas pendakian yang dilanjutkan dengan berkemah menjadi salah satu kegiatan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, penutupan sementara juga disertai larangan aktivitas camping di kawasan tersebut.

"Ini salah satu antisipasi kebakaran karena ulah manusia. Jadi penutupan juga berikut dengan larangan aktivitas camping karena berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan," kata Endan.

Selama penutupan berlangsung, Perum Perhutani melakukan patroli di kawasan hutan yang masuk wilayah Bandung Utara. Secara administratif, luas hutan KPH Bandung Utara mencapai sekitar 20.500 hektare.

Kawasan tersebut membentang mulai dari Batu Kuda, Ujungberung, Kabupaten Bandung, kemudian Cikole hingga Rajamandala di Kabupaten Bandung Barat, kawasan Cisalak-Serangpanjang di Kabupaten Subang, hingga Wanayasa di Kabupaten Purwakarta.

Dari total kawasan tersebut, sekitar 75 persen merupakan hutan lindung. Sementara 25 persen lainnya merupakan hutan produksi yang berada di wilayah Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Kami melakukan patroli untuk mengantisipasi kemunculan titik api dan pendaki ilegal. Pengawasan dilakukan selama 24 jam, karena potensi karhutla paling besar itu ada di area hutan produksi," kata Endan.

Perhutani Siapkan Peralatan Pemadaman

Perum Perhutani juga telah menyiapkan sejumlah peralatan untuk mengantisipasi apabila terjadi kebakaran di kawasan hutan Bandung Utara.

Pemadaman dilakukan secara manual karena kondisi medan hutan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam kebakaran.

"Penanganan dilakukan secara manual karena mobil pemadam kebakaran tidak bisa masuk ke lokasi. Petugas Polhut dan LMDH dibekali peralatan seperti jet shooter (pompa punggung), serta mesin pompa air portable dengan selang panjang. Kendaraan operasional Polhut juga sudah dimodifikasi dan dilengkapi dengan toren air untuk mengantisipasi kejadian," kata Endan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.