Berbagai Negara, Termasuk AS, Kutuk Kunjungan Provokatif Anggota Parlemen Israel ke Al Aqsa
Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh menyebut kunjungan itu sebagai "tantangan berbahaya bagi sentimen" warga Palestina.
'Deklarasi perang'
Di Gaza, kelompok perlawanan Palestina Hamas mengecam kunjungan Ben-Gvir ke kompleks Al-Aqsa sebagai "perang" di lokasi konflik.
"Intrusi Ben-Gvir adalah bagian dari agresi berkelanjutan di tempat-tempat suci dan perang terhadap identitas Arab," kata juru bicara Hamas Hazem Qassem dalam sebuah pernyataan.
"Masjid Al-Aqsa telah dan akan tetap menjadi situs Palestina, Arab, dan Islam," kata juru bicara itu.
Saleh Raafat, anggota komite eksekutif payung Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), mengutuk kunjungan Ben-Gvir sebagai "deklarasi perang" terhadap rakyat Palestina.
Dalam pernyataan resmi Radio Palestina, Raafat meminta negara-negara Arab yang memiliki hubungan resmi dengan Israel "untuk mempertimbangkan kembali bentuk hubungan ini."
Bagi umat Islam, Al-Aqsa mewakili situs tersuci ketiga di dunia. Orang Yahudi, pada bagian mereka, menyebut daerah itu Temple Mount, dengan mengatakan bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!