Bentrokan Antar Kelompok di Kelapa Gading: Satu Orang Terluka
VISI.NEWS | JAKARTA - Seorang pria berinisial M (31) mengalami luka-luka akibat bentrokan antar kelompok di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Kapolsek Kelapa Gading Kompol Seto Handoko mengatakan, dalam insiden tersebut, dua orang pelaku penganiayaan telah diamankan oleh polisi.
"Pelaku dua orang kami amankan dini hari tadi," kata Seto dikutip dari keterangannya, Sabtu (22/2/2025).
Kedua pelaku tersebut adalah MP (42) dan MB (41). Keduanya diamankan Tim Opnal Unit Reskrim Polsek Kelapa Gading dan Polres Metro Jakarta Utara pada dini hari tadi tak jauh dari lokasi kejadian
"Keduanya mengaku telah memukul korban dengan sebilah kayu kaso yang mana pada ujung kayu terdapat paku, dipukul sebanyak 2 kali ke arah kepala bagian belakang kepala korban," jelasnya.
Seto mengatakan, skibat peristiwa itu, korban mengalami luka-luka di bagian kepala. Telinga bagian kiri korban sobek.
"Korban mengalami luka gigi depan atas patah (3 gigi), telinga sobek, kepala bocor, bibir depan luka, dahi sobek, tangan dan kaki luka, badan belakang memar," jelasnya.
Menurut informasi yang dihimpun, mentrokan tersebut terjadi pada Jumat (21/2/2025) sore.
Seto menjelaskan, bahwa sebelum kekerasan terjadi, ada pihak yang membakar sampah di lahan kosong yang diklaim milik kelompok pelaku.
"Awalnya ada yang membakar-bakar sampah," kata Seto Handoko dikutip dari keterangannya, Sabtu (22/2/2025).
Awalnya, korban M bersama dua rekannya mendatangi bedeng kelompok pelaku.
"Menurut korban, mereka datang ke sana mau negur, karena merasa terganggu dengan asap pembakaran dari tempatnya kelompok pelaku," jelasnya.
Kejadian ini mengakibatkan satu orang berinisial M terluka. Korban dibacok hingga kepala sobek, serta telinga sobek dan gigi rontok. Tak hanya itu, korban juga dipukuli balok kayu. Seto mengatakan dua kelompok ini menduduki lahan yang sama yang menjadi sengketa. Kedua kelompok ini menempati dua blok lahan yang terpisahkan gundukan puing-puing. "Itu sebetulnya lahan sengketa, mereka menduduki lahan yang sama yang hanya dipisahkan tumpukan puing. Karena tempat itu jadi pembuangan puing-puing juga," ucapnya. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!