Benfica Jungkirbalikkan Madrid, Mourinho Balas Kritik dengan Sindiran Tajam
VISI.NEWS|BANDUNG Estadio da Luz menjadi saksi malam penuh drama ketika Benfica menumbangkan Real Madrid 4-2 dalam laga Liga Champions yang diwarnai hujan gol, kartu merah, dan satu momen yang akan lama dikenang: gol penentu dari seorang penjaga gawang. Di tengah euforia itu, Jose Mourinho memanfaatkan panggung besar untuk membalas kritik yang selama ini diarahkan kepadanya.
Benfica datang ke laga ini dengan tekanan besar. Performa domestik yang tertinggal jauh dari pesaing membuat kursi Mourinho sempat digoyang. Namun kemenangan atas juara bertahan Eropa seketika mengubah suasana dan menghidupkan kembali kepercayaan publik kepada tim asal Lisbon tersebut.
“Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah sedikit rasa hormat,” kata Jose Mourinho.
Pelatih asal Portugal itu kemudian melontarkan komentar yang langsung menyedot perhatian. Ia menanggapi para pengkritiknya dengan gaya sarkas khasnya, menyiratkan bahwa kemenangan ini menjadi jawaban telak atas keraguan yang mengiringi perjalanannya musim ini.
“Saya harap mereka tidak bunuh diri atau melompat dari balkon,” ujar Mourinho.
Laga sendiri berlangsung liar sejak menit awal. Kedua tim saling menekan dan tak ragu bermain terbuka. Benfica menunjukkan determinasi tinggi, menolak menyerah meski menghadapi tim dengan reputasi raksasa. Mentalitas itu, menurut Mourinho, sudah ia tanamkan sejak awal.
“Mereka melakukan apa yang saya minta: membunuh atau dibunuh,” ucap Mourinho.
Puncak drama hadir di masa injury time. Dalam situasi bola mati, kiper Anatoliy Trubin maju membantu serangan. Keputusan berisiko itu berbuah manis ketika sundulannya bersarang di gawang Madrid pada menit ke-98, memastikan kemenangan bersejarah bagi tuan rumah.
“Kami tahu si pria besar mampu melakukan ini,” kata Mourinho.
Gol tersebut bukan hanya mengunci kemenangan, tetapi juga memastikan langkah Benfica ke babak play-off. Mourinho mengakui dirinya mengambil perjudian besar di momen krusial tersebut, memilih menyerang total ketimbang bermain aman.
“Jika saya kalah hari ini, saya akan mati dengan berdiri,” ujar Mourinho.
Kemenangan ini mungkin tak langsung mengubah kondisi finansial klub atau posisi mereka di liga domestik. Namun, secara psikologis, hasil tersebut menjadi suntikan moral luar biasa. Mengalahkan Real Madrid memberi pesan kuat bahwa Benfica masih punya daya gigit di panggung Eropa.
Kini perhatian beralih ke undian babak play-off. Dengan kepercayaan diri yang kembali menyala, Benfica tak lagi dipandang sekadar pelengkap. Dan bagi Mourinho, malam di Lisbon itu menjadi panggung sempurna untuk menegaskan bahwa dirinya belum habis.@fajar
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!