Belum Daftar Haji karena ‘Menunggu Panggilan Allah’, Tepatkah?
Ayat ini diturunkan Allah kepada Nabi Ibrahim pada masa itu lembah Makkah masih sangat sepi, belum ada penduduknya sama sekali kecuali hanya dihuni keluarga Ibrahim yang terdiri dari Nabi Ibrahim, istri, dan anaknya.
Anehnya, dalam keheningan Makkah kala itu, kenapa Nabi Ibrahim malah disuruh berteriak sangat keras?.
Syekh Mutawalli as-Sya’rawi mengungkapkan bahwa Nabi Ibrahim hanya bertugas berteriak sebagaimana yang Allah perintahkan. Soal teriakannya nanti terdengar oleh orang lain atau tidak, itu bukan urusan Ibrahim, namun urusan Allah sendiri. Allah berfirman:
يا إبراهيم عليك الأذان وعلينا البلاغ. مهمتك أنْ ترفَع صوتك بالأذان، وعلينا إيصال هذا النداء إلى كل الناس، في كل الزمان، وفي كل المكان، سيسمعه البشر جميعاً وهم في عالم الذَّرِّ وفي أصلاب آبائهم بقدرة الله تعالى الذي قال لنبيه محمد صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ: {وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ ولكن الله رمى. .}
Artinya: “Wahai Ibrahim, tugasmu adalah mengundang, sedangkan tugasku adalah menyampaikan. Tugasmu yang penting adalah mengencangkan suaramu untuk mengundang, tugasku yang akan menyampaikan panggilan itu ke seluruh umat manusia di sepanjang masa, di semua tempat. Pasti manusia akan mendengar itu semua sedangkan mereka pada saat itu berada di alam agreement dan masih di tulang iganya orang-orang tua mereka atas kekuasaan Allah yang telah berfirman kepada nabi-Nya ‘Dialah Allah yang menjadikan debu itu sampai kepada mereka dan Dialah yang menyibukkan mereka dengan debu itu, bukan kamu. ” (Mutawalli as-Sya’rawi, Tafsir As-Sya’rawi, juz 16, hlm. 780)
Kemudian setelah kata وَاَذِّنْ terdapat kata فِى النَّاسِ yang artinya adalah ‘semua umat manusia tanpa terkecuali’. Setelah Nabi Ibrahim mengundang semua umat manusia, jawaban masing-masing orang atas panggilan Nabi Ibrahim tersebut, akan mempengaruhi terhadap berapa kali orang memenuhi panggilan Allah.
يعني: أَدِّ ما عليك، واترك ما فوق قدرتك لقدرة ربك. فأذَّنَ إبراهيم في الناس بالحج، ووصل النداء إلى البشر جميعاً، وإلى أن تقوم الساعة، فَمنْ أجاب ولَبَّى: لبيك اللهم لبيك كُتِبَتْ له حجة، ومَنْ لبَّى مرتين كتِبت له حجَّتيْن وهكذا، لأن معنى لبيك: إجابةً لك بعد إجابة
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!