Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026

Belasan Hektare Kebun Teh Dirusak, DPR Minta Polisi Usut Dalang Utama

Desi Rossilawati
Sabtu, 29 November 2025 | 13:05 WIB
Bagikan
Belasan Hektare Kebun Teh Dirusak, DPR Minta Polisi Usut Dalang Utama
VISI.NEWS | KAB. BANDUNG - Anggota Komisi IV DPR, Rajiv, meminta kepolisian mengusut tuntas kasus perusakan kebun teh PTPN I Regional II Malabar di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Ia menekankan bahwa penyidikan tidak boleh berhenti pada pelaku lapangan, tetapi harus menelusuri siapa aktor intelektual yang diduga mengarahkan aksi tersebut. Menurutnya, pola kerusakan yang terjadi menunjukkan tindakan terencana. “Kerusakan belasan hektare ini bukan pekerjaan kecil. Ada pola, ada pendanaan, dan jelas ada kepentingan. Saya minta polisi mengungkap siapa dalangnya,” ujar Rajiv dalam keterangan tertulisnya, Jumat (28/11/2025). Pernyataan itu disampaikan setelah Rajiv menerima laporan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh tim gabungan Polresta Bandung dan Polsek Pangalengan pada Kamis (27/11/2025) di Desa Margamulya. Petugas memeriksa sejumlah blok kebun teh yang mengalami kerusakan. Dari hasil pemeriksaan, kerusakan ditemukan pada tiga lokasi. Di Blok Bojong Waru, sekitar lima hektare tanaman teh rusak dengan kondisi batang dipotong dari pangkal dan dibiarkan mengering. Di Blok Cipicung I, luas kerusakan mencapai lebih dari delapan hektare. Sementara di Blok Cipicung II, sekitar satu hektare tanaman mengalami perlakuan serupa. Rajiv menduga ada kepentingan jangka panjang yang melatarbelakangi kasus ini, termasuk potensi penguasaan lahan atau motif bisnis lainnya. Ia berkomitmen membawa persoalan tersebut ke rapat dengan Kementerian BUMN dan meminta koordinasi antarinstansi tidak sekadar formalitas. “Saya ingin hasil nyata. Jangan hanya rapat, tapi tidak ada tindakan. Negara tidak boleh kalah oleh pihak-pihak yang mencoba menguasai lahan BUMN secara ilegal,” tegasnya. Ia memastikan proses pengungkapan kasus harus menyasar seluruh pihak yang terlibat. “Siapa pun yang bermain di balik kerusakan ini, saya pastikan tidak akan lolos. Ini aset negara. Tidak boleh ada yang mempermainkannya,” tambahnya. Sementara itu, penyidikan masih terus berjalan. Polisi menargetkan bisa mengungkap seluruh pelaku beserta jaringan yang diduga terlibat. Seorang petugas PTPN VIII yang enggan disebut namanya mengungkapkan bahwa aksi perusakan dilakukan secara terstruktur. Ia menyebut banyak tanaman yang dipotong rapi, menunjukkan pekerjaan banyak orang dan dilakukan dalam waktu lama. “Kami menemukan banyak bekas potongan yang sangat rapi. Ini bukan pekerjaan satu-dua orang. Aksi ini dilakukan malam hari, saat patroli tidak ada. Terjadi berbulan-bulan, diam-diam, dan terencana,” ujarnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.