Belanja Langsung ke Pabrik, Wali Kota Sukabumi Usul Efisiensi sektor Barang dan Jasa
VISI.NEWS | SUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mendorong langkah efisiensi anggaran tidak hanya terbatas pada pengurangan perjalanan dinas, tetapi juga menyasar belanja barang dan jasa di lingkungan pemerintah daerah.
Ia mengungkapkan telah meminta Inspektorat dan Sekretaris Daerah untuk berkonsultasi dengan BPK serta BPKP guna mengkaji kemungkinan efisiensi belanja. Salah satu opsi yang diusulkan adalah mengurangi ketergantungan pada pihak ketiga, dengan cara melakukan pembelian langsung ke pabrikan.
Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menghasilkan efisiensi anggaran yang signifikan.
"Efisiensi bukan hanya efisiensi perjalanan dinas, tapi memberikan efisiensi dari anggaran yang kita miliki. Contoh, saya minta kepada Inspektorat maupun Pak Sekda untuk konsultasi dengan BPK dan BPKP, bisa nggak kita efisiensi dari belanja? Sehingga yang biasanya belanja melalui pihak ketiga, bisa nggak direct langsung ke pabrikan ya, gitu ya," ujarnya.
Ia mencontohkan, Rumah Sakit Umum Daerah RSUD R. Syamsudin, S.H. atau RS Bunut dapat mempertimbangkan pembelian obat langsung dari pabrik tanpa melalui distributor, demi menekan biaya sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
"Misalkan Bunut, bisa nggak Bunut membeli obat langsung ke pabrik? Tidak lagi melalui distributor, supaya kita lebih efisien karena ini untuk kepentingan pelayanan masyarakat," imbuhnya.
Selain sektor kesehatan, efisiensi juga diharapkan dapat diterapkan dalam berbagai pengadaan barang dan jasa lainnya.
Ayep menyebut, apabila efisiensi belanja dapat mencapai 10 hingga 15 persen dari total anggaran, maka potensi penghematan bisa mencapai puluhan miliar rupiah.
Dengan asumsi belanja daerah sekitar Rp500 miliar, penghematan 10 persen setara Rp50 miliar, sementara 15 persen mencapai Rp75 miliar.
"Misalkan belanja kita di angka paling tidak 500 miliar umpamanya, kalau 10 persen saja sudah 50 M, 15 persen sudah 75 M. Nah, ini sangat berarti untuk Kota Sukabumi," ujarnya.
Ia menilai, langkah ini sejalan dengan imbauan dari Kementerian Dalam Negeri terkait efisiensi, yang selama ini lebih difokuskan pada perjalanan dinas. "Sehingga himbauan Pemerintah Kementerian Dalam Negeri mengenai efisiensi perjalanan dinas, saya mengusulkan juga efisiensi terhadap belanja barang dan jasa," katanya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!