Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Kamis 27 Agustus 2026 27 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026

Bayi Berkelamin Ganda di Surabaya Mendapat Perhatian dari Kepala Dinsos

ED
Jumat, 4 Februari 2022 | 13:04 WIB
Bagikan
Bayi Berkelamin Ganda di Surabaya Mendapat Perhatian dari Kepala Dinsos

VISI.NEWS | SURABAYA - Sejak lahir ke dunia pada Maret 2020 lalu Laila Fitriyah menderita sakit akibat kelainan di tubuhnya. Anak kedua pasangan Surahman (41), dan Yuliani (34), itu memiliki kelamin ganda. Kondisi tubuhnya juga tampak ringkih.

Keluarga yang tinggal di kawasan Tanjung Sari, Jaya Bakti, Kecamatan Tandes, Surabaya, itu dalam kondisi memprihatinkan karena hanya menempati rumah petak berukuran 3 x 3 meter. Surahman menjelaskan, kondisi anaknya tersebut menjelang persalinan istrinya tak memiliki gejala apa pun.

Saat itu, istrinya melakukan persalinan di salah satu rumah sakit ibu dan anak di Surabaya. Namun, setelah Fitriyah lahir, dokter menganjurkan agar Fitriyah dibawa ke RSUD dr Soetomo. Saat itu, orang tua Fitriyah tak mengetahui anaknya berkelamin ganda.

Surahman dan Yuliani hanya bisa menuruti saran dari dokter tersebut untuk membawa Fitriyah ke RSUD Soetomo karena tak ingin anaknya jatuh sakit. “Langsung diperiksa, tes darah, ternyata kondisinya normal. Cuma nginep satu malam saja terus pulang,” ujar Surahman, Jumat (4/2).

Sebulan kemudian, Fitriyah mulai menunjukkan gejala kurang sehat. Balita yang akan genap berusia dua tahun pada bulan depan itu memiliki gejala demam tinggi, muntah, hingga tak mau minum air susu ibu (ASI).

Surahman segera membawa Fitriyah ke dokter dan menanyakan gejala-gejala yang dialami anak bungsunya itu. Saat itu barulah dokter mengatakan bahwa Fitriyah memiliki kelamin ganda. “Katanya hormonnya kurang bekerja dengan baik,” ucap Surahman.

Dokter menyebut Fitriyah tergolong dalam balita Congenital Adrenal Hyperplasia (CAH), yakni penyakit keturunan yang membuat penampilan fisik seorang wanita tampak lebih maskulin. “Selama satu minggu berobat ke dokter, habis itu kondisinya membaik. Satu minggu kemudian, dia sakit lagi,” kata Surahman.

Ia kemudian membawa anaknya ke RS Bhakti Darma Husada, Surabaya. Karena fasilitas dan peralatannya kurang lengkap, Fitriyah kembali dibawa ke RSUD Soetomo. Surahman mengatakan, dokter tak berani melakukan operasi karena berat badannya kurang. “Jadi, untuk sementara kita nunggu kondisi anak,” tutur Surahman yang hanya bekerja serabutan.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya Anna Fajriatin kemarin mendatangi rumah Surahman. Dia melihat langsung kondisi anak Surahman, Laila Fitriyah, yang mengalami gizi buruk dan kelainan kelamin. “Adik Laila sudah mendapatkan intervensi dari puskesmas dan rumah sakit. Memang ada beberapa hal yang mungkin belum bisa di-cover, salah satunya BPJS,” kata Anna.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan kementerian sosial agar bisa dibantu menangani kebutuhan Laila yang belum bisa ditanggung BPJS. Anna juga menyebut telah menyiapkan ambulans sebagai sarana Laila berobat ke rumah sakit. Juga akan memantau perkembangan balita 1,5 tahun itu tiap bulan.

“Saya sudah tinggalin nomor HP, bisa kontak (saat dibutuhkan), kami jemput. Supaya tidak kehilangan biaya transportasi,” ujarnya.

Setelah mendapatkan intervensi, keluarga Surahman sudah terdata sebagai masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Pemkot Surabaya. Anna juga tengah mengusulkan agar keluarga Surahman mendapatkan bantuan sosial. “Kami usulkan untuk menerima bantuan BPNT berupa sembako dan PKH per periode 2022 ini,” jelasnya.@redho

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.