Batas Waktu Shalat Subuh: Dari Fajar Shadiq hingga Terbit Matahari
Editor
Desi Rossilawati
Jumat, 8 Agustus 2025 | 23:00 WIB
VISI.NEWS | BANDUNG - Umat Islam diwajibkan melaksanakan shalat lima waktu, salah satunya shalat Subuh yang memiliki rentang waktu sangat singkat. Berdasarkan surah Al-Isra ayat 78, Allah SWT memerintahkan pelaksanaan shalat sejak matahari tergelincir hingga malam, termasuk shalat Subuh yang disaksikan oleh malaikat.
Menurut buku 'Stellarium & Google Earth – Simulasi Waktu Salat dan Arah Kiblat' karya Hariyadi Putraga, waktu Subuh dimulai saat terbitnya fajar shadiq hingga matahari terbit. Fajar shadiq adalah cahaya putih yang menyebar di ufuk timur beberapa saat sebelum matahari terbit, berbeda dengan fajar kazib yang berbentuk cahaya memanjang ke atas seperti ekor serigala dan akan menghilang kembali.
Hadis Nabi SAW menegaskan, awal waktu Subuh adalah sejak terbitnya fajar shadiq, sementara batas akhirnya adalah sebelum matahari terbit. Ulama membagi akhir waktu Subuh menjadi dua: ikhtiyari (waktu pilihan) dan idhtirari (waktu terpaksa) yang berakhir tepat sebelum terbit matahari.
Jika seorang muslim kesiangan, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tetap menunaikan shalat Subuh segera setelah terbangun, selama belum masuk waktu Dhuha. Namun, meninggalkan shalat dengan sengaja merupakan pelanggaran berat. Berikut sabda Rasulullah SAW:
"Perjanjian antara kami dengan orang kafir adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkan shalat dengan sengaja maka ia telah kafir." (HR Ahmad, Abu Daud, At Tirmidzi).
@ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!