Bank Global Waspadai Ancaman AI, ATM dan Mobile Banking Berpotensi Dihentikan Sementara

ED
PN
Selasa, 7 Juli 2026 | 08:18 WIB
Bagikan
Bank Global Waspadai Ancaman AI, ATM dan Mobile Banking Berpotensi Dihentikan Sementara

VISI.NEWS Industri perbankan global meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman serangan siber yang dinilai semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generasi terbaru. Otoritas dan pelaku industri memperingatkan bahwa dalam skenario tertentu, layanan perbankan seperti jaringan anjungan tunai mandiri (ATM) maupun mobile banking (m-banking) dapat dihentikan sementara sebagai langkah mitigasi apabila terjadi serangan siber berskala besar.

Setelah otoritas keuangan di Hong Kong menyampaikan peringatan serupa, Asosiasi Perbankan Jepang (Japanese Bankers Association/JBA) juga mengungkapkan kekhawatiran atas meningkatnya risiko keamanan siber yang dipicu kemampuan AI dalam menemukan celah keamanan pada sistem digital.

Ketua Asosiasi Perbankan Jepang sekaligus Presiden Mizuho Bank, Masahiko Kato, mengatakan lembaga keuangan perlu menyiapkan langkah darurat apabila ancaman terhadap sistem perbankan meningkat di luar perkiraan.

"Ada kekhawatiran nyata mengenai lonjakan serangan siber tingkat tinggi yang jauh melampaui prediksi dan antisipasi kita selama ini," kata Kato, seperti dikutip Reuters.

Menurut dia, penghentian sementara sejumlah layanan digital bukan tidak mungkin dilakukan apabila kondisi mengharuskannya.

"Layanan tertentu seperti jaringan ATM bisa saja ditangguhkan secara proaktif. Ini merupakan langkah darurat untuk memitigasi risiko dan melindungi aset nasabah," ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan meningkatnya perhatian industri keuangan terhadap pemanfaatan AI yang tidak hanya membantu meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber untuk mencari kelemahan sistem keamanan.

Salah satu teknologi yang menjadi perhatian adalah model AI terbaru yang dikembangkan Anthropic. Perusahaan tersebut menyebut model AI generasi barunya memiliki kemampuan mengidentifikasi ribuan kerentanan pada perangkat lunak, sistem operasi, hingga peramban (browser) dalam waktu singkat.

Kemampuan tersebut dinilai dapat mempercepat proses audit keamanan siber. Namun, di sisi lain, teknologi serupa juga berpotensi disalahgunakan oleh peretas untuk menemukan celah yang belum diperbaiki atau belum diketahui pengembang sistem.

Anthropic sebelumnya mengingatkan bahwa kemampuan AI dalam menemukan kerentanan perangkat lunak perlu diimbangi dengan pengawasan ketat dan mekanisme keamanan yang memadai agar tidak dimanfaatkan untuk tujuan yang merugikan.

Kekhawatiran tersebut mendorong sejumlah bank internasional memperketat tata kelola penggunaan AI di lingkungan internal. Berbagai lembaga keuangan mulai membatasi akses terhadap model AI tertentu, memperkuat sistem deteksi ancaman siber, serta meningkatkan pengawasan terhadap infrastruktur digital yang menopang layanan perbankan.

Di Amerika Serikat, pemerintah sempat membatasi akses terhadap model AI canggih milik Anthropic bagi pengguna asing dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan itu kemudian direvisi sehingga akses kembali dibuka untuk organisasi tertentu yang memenuhi persyaratan.

Pakar keamanan siber menilai ancaman terhadap sektor keuangan akan terus meningkat seiring berkembangnya teknologi AI. Oleh karena itu, investasi pada sistem pertahanan digital, pembaruan perangkat lunak secara berkala, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan sistem perbankan.

Meski demikian, pernyataan Asosiasi Perbankan Jepang bukan berarti penghentian layanan ATM atau mobile banking akan segera dilakukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari skenario mitigasi yang dapat diterapkan apabila terjadi kondisi darurat atau serangan siber berskala besar yang mengancam keamanan sistem maupun dana nasabah.

Hingga kini, operasional layanan perbankan di Jepang maupun negara lain tetap berjalan normal. Industri perbankan terus memperkuat sistem keamanan digital sebagai langkah antisipasi menghadapi ancaman siber yang berkembang seiring kemajuan teknologi kecerdasan buatan.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.