IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Banjir Kertasari, Kades Girimulya : Perhutani Harus Lebih Bijak pada Masyarakat 

ED
Selasa, 13 Desember 2022 | 23:00 WIB
Bagikan
Banjir Kertasari, Kades Girimulya : Perhutani Harus Lebih Bijak pada Masyarakat 

VISI.NEWS | PACET - Belum lama ini ramai diberitakan masalah banjir di beberapa ruas jalan raya di Desa Cibereum dan Desa Sukapura, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Girimulya, Kecamatan Pacet, Ayi Rohiman mengatakan, bahwa wilayah yang banjir tersebut airnya berasal dari hutan kawasan milik Perhutani.

"Dulunya di kawasan itu tanah yang dipakai persawahan dan perkebunan, konsepnya sengkedan yaitu bertangga-tangga dari atas ke bawah. Mangkanya kemarin banjir karena pola tanamnya lurus aja langsung ke jalan raya, enggak kaya dulu ada sengkedan/hambatan," ujar Ayi Rohiman Saat ditemui VISI.NEWS di ruang kerjanya, Selasa (13/12/2022).

Ia menyayangkan pihak Perhutani, karena tidak menyosialisasikan kepada warga sekitar mengenai cara pola tanam yang baik dan tidak akan menimbulkan banjir.

"Pantauan saya kemarin lihat di sosial media dan beberapa grup Whatsapp, itu kan ada motor yang sampai kebawa arus banjir yang cukup besar, banyak juga barang-barang milik warga sekitar yang terbawa hanyut. Jadi itu harapan saya, harus bener-bener segera diperbaiki, agar air hujan yang deras terserap oleh konsep pola tanam sengkedan," ujarnya.

Lebih lanjut, Kades Girimulya mengungkapkan bahwa masalah ini sudah pernah didiskusikan dengan para kepala desa baik di wilayah Kecamatan Kertasari Maupun Kecamatan Pacet agar pola tanam dirubah tidak seperti sekarang ini.

"Dulu saya pernah bilang juga di acara diskusi itu maupun saat bincang santai dengan teman-teman kades di wilayah tersebut, agar Perhutani memperhatikan dan membuat sengkedan dan lubang sedalam 80-100 centimeter dengan diameter 10-30 centimeter lubang resapan untuk menampung air hujan dan meresapkannya lagi ke tanah (biopori). Saya tegaskan, harus sesuai konsep kita leuweung hejo masyarakatna ge ngejo, (hutan hijau masyarakatnya juga sejahtera)," pungkasnya. @gvr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.