Banjir Bandang Terjang Tiga Provinsi di Sumatra, 174 Orang Tewas
"Ini akan berkembang terus datanya. Dan sementara yang terdata ada 35 jiwa yang meninggal dunia," ujar Suharyanto.
Jumlah pengungsi di Aceh mencapai 4.846 kepala keluarga yang tersebar di 20 kabupaten/kota, dengan titik pengungsian terbanyak berada di Kota Lhokseumawe. Akses transportasi darat di sejumlah wilayah juga terputus akibat rusaknya jalan nasional dan jembatan. Sejumlah daerah seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah kini hanya bisa dijangkau melalui jalur udara dengan memanfaatkan bandara perintis.
Di Sumatra Barat, BNPB melaporkan 23 orang meninggal dunia, 12 orang hilang, dan 4 lainnya mengalami luka-luka. Korban tersebar di wilayah Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, serta Pasaman Barat.
Jumlah pengungsi sementara tercatat sekitar 3.900 kepala keluarga yang tersebar di beberapa titik, termasuk di Pesisir Selatan dan Kota Padang. Kerusakan infrastruktur juga terjadi, mulai dari lima jembatan rusak di Padang Pariaman hingga longsor di jalur nasional Bukittinggi–Padang.
"Jalur nasional dari Bukittinggi menuju Padang ini ada satu titik longsor di Kota Padang Panjang," ujar Suharyanto.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bencana hidrometeorologi ini dipicu oleh Siklon Tropis Senyar yang melintasi wilayah Sumatra. Fenomena ini menyebabkan curah hujan tinggi disertai angin kencang serta gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan.
"Fenomena seperti Siklon Tropis Senyar tergolong tidak umum di wilayah perairan Selat Malaka, apalagi jika sampai melintasi daratan," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani.
Pemerintah pusat dan daerah masih terus melakukan upaya pencarian korban, pembukaan akses, serta percepatan distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah terdampak. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!