Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 584 Orang, 2.482 Hilang
Banjir bandang di Nepal./visi.news/reuters.
"Sekitar pukul 16.30 (08.30 GMT) pada tanggal 28 Agustus, enam anggota tim tanggap darurat dari Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Tibet serta 15 anggota dan seekor anjing pelacak dari tim tanggap darurat Korps Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Sichuan tiba di wilayah perbatasan... Mereka adalah tim profesional pertama yang mencapai lokasi utama penyelamatan," demikian dilaporkan kantor berita Xinhua.
2.482 Orang Dilaporkan Hilang
Otoritas penanggulangan bencana Nepal meningkatkan jumlah orang yang dilaporkan hilang menjadi 1.924 orang pada Jumat.
Sementara itu, data terbaru pejabat China pada Kamis mencatat sebanyak 558 orang hilang di wilayah tersebut. Jika digabungkan, jumlah orang hilang di kedua sisi perbatasan mencapai 2.482 orang.
Menurut Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal, orang yang dilaporkan hilang tersebut termasuk 517 warga negara asing dan 933 pekerja proyek pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang berada di sepanjang sungai-sungai di wilayah terdampak.
Di tengah proses pencarian dan penyelamatan, Nepal mengeluarkan peringatan kepada warga untuk berpindah ke tempat yang lebih tinggi. Peringatan tersebut dikeluarkan setelah sebuah bendungan di Tibet dilaporkan jebol.
China juga menghentikan sementara upaya penyelamatan. Media pemerintah melaporkan sebuah danau yang terbentuk akibat tumpukan besar puing mulai meluap.
Media pemerintah China kemudian menyatakan risiko dari danau tersebut telah "menurun" dan operasi penyelamatan berjalan "dengan tertib".
Namun, belum dapat dipastikan apakah danau yang dilaporkan mulai meluap tersebut merupakan danau yang sama dengan bendungan yang disebut dalam peringatan otoritas Nepal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!