Bandung Galang Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT

ED
PN
Senin, 24 Agustus 2026 | 12:46 WIB
Bagikan
Bandung Galang Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT

Ilustrasi. /visi.news/ist

VISI.NEWSPemerintah Kota Bandung bersama Bank bjb dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung menyerahkan bantuan kemanusiaan senilai **Rp1 miliar** untuk membantu korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan dilakukan dalam rangkaian Apel Pagi di Plaza Balai Kota Bandung, Senin (24/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian dan solidaritas warga Kota Bandung terhadap masyarakat NTT yang tengah menghadapi dampak bencana.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, bantuan awal Rp1 miliar tersebut merupakan hasil kolaborasi dan semangat *rereongan* atau gotong royong antara Pemerintah Kota Bandung, Bank bjb, dan Baznas Kota Bandung.

"Pada pagi hari ini kita bersama-sama menyaksikan upaya rereongan (gotong royong) Pemerintah Kota Bandung bersama bjb dan Baznas Kota Bandung mengumpulkan dana awal Rp1 miliar," ujar Farhan.

Farhan menegaskan, penggalangan bantuan untuk korban gempa NTT tidak berhenti pada bantuan awal Rp1 miliar. Pemkot Bandung telah menerbitkan surat edaran yang mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam gerakan kemanusiaan tersebut.

Pemerintah Kota Bandung menargetkan adanya tambahan bantuan sebesar Rp500 juta. Dengan demikian, total dana yang diharapkan terkumpul mencapai **Rp1,5 miliar**.

"Kami mengharapkan tambahan Rp500 juta dari para dermawan sehingga insyaallah total bantuan bisa mencapai Rp1,5 miliar," kata Farhan.

Menurut Farhan, tambahan dana tersebut diharapkan dapat terkumpul dalam waktu sekitar satu bulan. Penggalangan dilakukan dengan membuka ruang partisipasi bagi masyarakat dan ASN yang ingin memberikan bantuan secara sukarela.

Farhan menjelaskan, surat edaran yang dikeluarkan Pemkot Bandung bukan merupakan instruksi wajib bagi ASN untuk menyumbang. Surat tersebut dimaksudkan sebagai ajakan untuk membangun kepedulian dan semangat berbagi.

"Namanya bukan kewajiban. Ini mah mangga saja. Tidak ada target untuk ASN. Tapi kami harapkan adalah tumbuhnya semangat berbagi," ujarnya.

Ia menilai solidaritas masyarakat menjadi bagian penting dalam membantu warga yang sedang menghadapi musibah. Menurutnya, bantuan tidak semata-mata diukur dari besarnya nominal, tetapi juga dari kepedulian dan kebersamaan yang ditunjukkan masyarakat.

Usai apel, Farhan menjelaskan bahwa dana awal sebesar Rp1 miliar bersumber dari program *Corporate Social Responsibility* (CSR) yang dihimpun melalui kolaborasi dengan Bank bjb.

Sementara itu, dana tambahan akan dihimpun melalui Baznas Kota Bandung dari berbagai sumber yang bersifat sukarela.

"Yang Rp1 miliar itu CSR bersama dengan bjb. Kemudian kami mengajak ASN dan masyarakat yang ingin ikut berdonasi melalui Baznas," kata Farhan.

Seluruh bantuan yang terkumpul nantinya akan disalurkan melalui Baznas. Mekanisme tersebut dipilih karena Baznas telah memiliki jaringan distribusi dan posko bantuan di wilayah yang terdampak gempa di NTT.

Dengan memanfaatkan jaringan yang sudah tersedia, bantuan diharapkan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan secara lebih efektif dan cepat.

"Kami akan salurkan melalui Baznas karena Baznas pusat sudah memiliki posko di sana," tutur Farhan.

Farhan mengakui Pemkot Bandung belum dapat mengirimkan perwakilan secara langsung ke lokasi bencana karena keterbatasan waktu dan kesempatan. Meski demikian, ia memastikan kondisi tersebut tidak mengurangi makna bantuan yang diberikan.

Menurutnya, dukungan terhadap korban bencana tidak selalu harus dilakukan dengan hadir secara langsung di lokasi. Bantuan melalui lembaga yang memiliki jaringan distribusi di daerah terdampak juga menjadi langkah penting agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.

Farhan menekankan bahwa semangat gotong royong harus terus dipelihara, terutama ketika masyarakat di daerah lain sedang menghadapi musibah.

"Di dalam kondisi apa pun saudara sebangsa tetap perlu kita perhatikan. Gotong royong adalah inti dari Pancasila," ungkapnya.

Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, Baznas, ASN, dan masyarakat, Pemkot Bandung berharap bantuan untuk korban gempa NTT terus bertambah. Target Rp1,5 miliar diharapkan menjadi wujud nyata solidaritas warga Bandung terhadap saudara sebangsa yang terdampak bencana.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.