Bandung Bersiap Hadapi Lonjakan Pendatang Pascamudik Lebaran
VISI.NEWS | BANDUNG - Bandung kembali menghadapi tantangan urbanisasi pascamudik Lebaran 2025. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif untuk mengendalikan masuknya penduduk baru ke kota ini.
"Urbanisasi ini selalu terjadi setiap tahun. Berangkat dua, balik bisa lima orang. Karena itu, di setiap pintu masuk kendaraan umum, kami lakukan pemeriksaan dan pelaporan khusus, terutama terkait administrasi kependudukan," ujar Farhan usai meninjau Kebun Binatang Bandung.
Meski pengawasan ketat dilakukan, Farhan mengakui masih ada pendatang yang lolos tanpa terdata. Oleh karena itu, Pemkot Bandung akan melakukan penyisiran ke beberapa wilayah yang sering menjadi tempat penampungan penduduk baru.
Untuk mengatasi lonjakan ini, pos pengawasan telah disiapkan di berbagai lokasi strategis, seperti terminal dan stasiun, hingga H+7 Lebaran atau 8 April 2025. Upaya ini bertujuan agar urbanisasi tidak berkembang secara liar dan tetap terkendali.
"Tanggal 8 nanti kita akan mulai mengevaluasi langkah-langkah ini. Kami ingin memastikan bahwa arus masuk pendatang bisa lebih terkendali demi kenyamanan warga Bandung," tambahnya.
Selain administrasi kependudukan, posko ini juga bertugas menyisir pendatang baru yang belum terdata, guna mengantisipasi lonjakan jumlah penduduk yang bisa berdampak pada fasilitas umum dan kesejahteraan sosial.
Farhan juga menekankan pentingnya koordinasi dengan berbagai pihak. Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian akan dilibatkan untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas serta mengawasi potensi gangguan keamanan di titik-titik rawan.
Dengan langkah ini, Pemkot Bandung berharap urbanisasi pascamudik tetap terkendali dan tidak mengganggu stabilitas kota yang sudah padat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!