Bandung Berpacu Melawan Ancaman Krisis Sampah

ED
Minggu, 26 April 2026 | 15:12 WIB
Bagikan
Bandung Berpacu Melawan Ancaman Krisis Sampah

Ratusan ton sampah belum tertangani optimal setiap hari, ancaman “darurat sampah” bukan lagi wacana, melainkan alarm nyata. /visi.news/ist

Namun, tantangan terbesar justru ada di tingkat masyarakat. Hingga kini, kurang dari 10 persen RW di Bandung yang mampu mengelola sampah secara mandiri. Artinya, transformasi sistem tidak cukup hanya mengandalkan teknologi atau pemerintah, tetapi juga perubahan perilaku warga.

Farhan menegaskan sampah organik harus selesai di tingkat RW agar beban kota berkurang signifikan. Jika strategi ini berjalan, bukan hanya volume sampah ke TPS berkurang, tetapi pola pengelolaan kota juga bisa berubah secara fundamental.

“Target kita, sampah organik harus selesai di tingkat RW. Ini berat, tapi harus kita kejar,” katanya.

Dorongan ini sekaligus menandai pergeseran besar dalam paradigma pengelolaan sampah Bandung: dari buang-angkut-buang menjadi olah di sumber. Jika berhasil, ini bisa menjadi model baru bagi kota-kota lain yang menghadapi ancaman serupa.

Namun waktunya sempit. Dengan hitungan bulan menuju penutupan TPA, Bandung tak lagi punya ruang untuk lamban. Krisis ini menuntut percepatan, kolaborasi, dan perubahan gaya hidup warga.

Karena jika target gagal tercapai, yang dipertaruhkan bukan hanya kebersihan kota—tetapi Bandung bisa menghadapi ledakan persoalan sampah yang jauh lebih sulit dikendalikan. Darurat sampah kini bukan ancaman masa depan. Ia sudah di depan mata.

@uli

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.