Bambang Harymurti Ragukan Pilpres 2024 akan Jujur
- Lebih dari 80 persen pemilih pada Pemilu 2024 ini tinggal di daerah yang dipimpin pejabat yang ditunjuk presiden.#aminkanindonesia
VISI.NEWS | JAKARTA – Mantan Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Bambang Harymurti meragukan Pilpres 2024 ini akan berlangsung dengan jujur dan adil. Karena sejak awal terlihat ada desain agar kontestasi dalam meraih dukungan rakyat dibuat tidak fair.
Hal itu disampaikannya dalam podcast di kanal YouTube @Abraham Samad SPEAK UP dikutip KBA News, Minggu (31/12/2023).
Wartawan senior ini awalnya menyoroti praktik pemerintahan Joko Widodo saat ini yang mengikuti tren dan gaya kepemimpinan Orde Baru yang dikenal otoriter. Dia menjelaskan salah satu tuntutan reformasi adalah menuntut pemberlakuan otonomi daerah. Karena publik menolak sentralisme kekuasaan yang diterapkan rezim Orde Baru.
“Nah, sekarang kita lihat mulai kembali ke sentralisme. Otonomi mulai digerogoti,” ucapnya.
Misalnya, kepala otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak dipilih oleh rakyat. Tapi ditunjuk oleh presiden sebagaimana tercantum dalam UU IKN. Bahkan yang terbaru dalam RUU Daerah Khusus Jakarta, gubernur juga akan ditunjuk oleh presiden.
“Bahkan sekarang kalau kita lihat menjelang pemilu, 271 kepala daerah itu ditunjuk oleh presiden, bukan yang dipilih oleh rakyat,” ungkapnya.
Lebih jauh dia menyoroti, angka 271 itu memang terlihat hanya separuh dari 514 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Namun, dia mengingatkan, 271 itu daerah memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
“Tapi kalau kita lihat jumlah pemilih di bawah kepala daerah itu, karena kebanyakan di (Pulau) Jawa, lebih dari 80 persen pemilih kita sekarang di bawah kepala daerah yang ditunjuk oleh presiden, bukan dipilih oleh rakyat,” tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!