Awas! Jembatan Jurug Diganti Selama Setahun. Hindari Melintas Kota Solo
VISI.NEWS | SOLO - Warga Jawa Barat (Jabar) yang akan melakukan perjalanan ke arah Jawa Timur (Jatim) atau sebaliknya warga Jatim yang akan ke Jabar melalui jalur selatan yang melintas wilayah Surakarta, selama setahun antara 18 September 2022 sampai 5 Agustus 2023 diminta menghindari Kota Solo.
Selama sekitar setahun itu, jembatan Jurug B yang melintas Sungai Bengawan Solo dan merupakan jalur utama yang menghubungkan Kota Solo dengan wilayah Jatim ditutup total.
Kepala Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (DLLAJ) Kota Solo, Taufik Muhammad, di sela rapat koordinasi dengan perwakilan instansi, seperti Kementerian PUPR, Balai Teknologi Perkeretaapian Jateng, Satlantas Polri dan lain-lain, Kamis (8/9/2022), menyatakan kepada wartawan, penutupan jembatan di jalur vital tersebut karena ada pekerjaan pembangunan jembatan. Pembangunannya perlu waktu hampir setahun, karena jembatan Jurug B yang sudah berusia lebih 50 tahun akan dibongkar dan diganti dengan konstruksi jembatan baru.
"Persoalannya, bersamaan dengan proyek penggantian jembatan itu, di kawasan Simpang Joglo juga ada proyek pembangunan Elevated Rail tahap kedua berupa pemasangan pilar jembatan. Proyek tersebut sudah berjalan, sehingga rawan macet karena dilakukan rekayasa lalu lintas untuk kendaraan melintas Kota Solo lewat ringroad utara," katanya.
Sementara itu, menjelang akhir tahun 2022 ini jembatan Mojo yang menghubungkan Kota Solo di sisi tenggara, dengan wilayah lain di timur Kota Solo juga akan dibongkar dan diganti. Namun pekerjaan proyek pembongkaran dan penggantian jembatan Mojo diperkirakan hanya butuh waktu sekitar 3 bulan dari akhir September sampai November 2022.
"Selain itu, PT KAI juga akan melakukan peninggian viaduk Gilingan. Padahal di dekat viaduk atau jembatan rel kereta api yang melintas jalan raya itu, kebetulan ada proyek nasional masjid yang bantuan Kerajaan Ini Emirad Arab. Kemungkinan pelaksanaan proyek viaduk Gilingan baru akan dikerjakan Februari 2023 agar tidak ada penutupan jalan. Karena jalan di bawah viaduk merupakan satu-satunya jalur untuk pergerakan warga Kota Solo," jelas Taufik.
Dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan lalu lintas di jalur-jalur vital tersebut, sambung Kepala DLLAJ Kota Solo itu, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan pengalihan arus. Meskipun dalam pekerjaan proyek di Simpang Joglo dan jembatan Jurug B tidak dilakukan penutupan total, dia berharap masyarakat melintas di jalur-jalur alternatif.
"Di Jurug ada 3 jembatan. Selain jembatan Jurug B yang ditutup karena diganti, jembatan Jurug A yang usianya sudah sangat tua dan kondisinya berbahaya juga ditutup selamanya. Sedangkan jembatan Jurug C tetap digunakan untuk dua arah, dari Kota Solo ke timur dan sebaliknya yang dari timur masuk Kota Solo," sambung Taufik.
Menyinggung proyek penggantian jembatan Mojo, Taufik memastikan selama hampir 3 bulan, September-November 2022 jalur jalan akan ditutup total. Arus lalu lintas akan dialihkan ke arah selatan, yakni lewat Jalan Ciu di wilayah Kabupaten Sukoharjo.
Sedangkan seluruh kendaraan besar baik dari arah barat maupun arah timur Kota Solo, khususnya kendaraan dari Jabar dan Jatim yang melintas Kota Solo dia minta melalui jalan tol. Taufik mengakui, pengalihan kendaraan besar lewat tol dikeluhkan para pengemudi truk dan bus, karena akan menambah pengeluaran biaya tol yang dirasakan cukup mahal.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!