Awas! Di Masa Lebaran 2022 Ada 24 Titik Rawan Macet di Kota Solo
VISI.NEWS | SOLO - Para pemudik dari arah barat, khususnya dari Jakarta, Bandung dan kota-kota di Jawa Barat, atau sebaliknya dari arah timur seperti Surabaya, Malang dan sebagainya, yang akan melintas Kota Solo pada masa libur panjang lebaran 2022 diminta menghindari sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di pintu masuk kota dan di pusat-pusat keramaian.
Peringatan itu disampaikan Dinas Perhubungan (Dishub) Pemkot Solo, karena pada masa libur panjang lebaran 2022 diperkirakan jumlah kendaraan pemudik baik tujuan Kota Solo maupun yang melintas akan mencapai lebih dari 7 juta atau di atas jumlah kendaraan pemudik sebelum masa pandemi 2019. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Solo, Ari Wibowo, mengungkapkan, prediksi kenaikan jumlah pemudik yang melintas Kota Solo, di antaranya disebabkan euforia masyarakat selama 2 tahun masa pandemi dan diterapkannya PPKM tidak bisa mudik.
"Selain itu, ada pertambahan penduduk dan pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang cukup besar. Sedangkan fasilitas infrastruktur berupa jalan tol, jembatan, jalan nasional dan lain-lain juga semakin baik. Manajemen rekayasa lalu-lintas juga makin baik, dengan dibukanya banyak exit tol, one way traffic saat mudik maupun balik dan sebagainya, diperkirakan akan meningkatkan volume kendaraan pada masa lebaran 2022," katanya kepada VISI.NEWS lewat WhatsApp, Kamis (21/4/2022).
Mengutip data di Dishub Kota Solo, Ari Wibowo menjelaskan, jumlah kendaraan pemudik yang melintas Kota Solo pada masa lebaran 2019 tercatat sebanyak 7,3 juta. Jumlah itu pada 2 tahun masa pandemi menurun, yakni sebanyak 4,7 pada 2020 dan 5,1 pada 2021. Data tersebut terpantau di 7 lokasi traffic counting atau pos penghitungan lalu-lintas di batas Kota Solo, yaitu di Klodran, Tugu Mahkota, Kleco, Jongke, Jurug, Ringroad dan di Dawung.
"Jadi, perkiraan peningkatan jumlah arus pemudik pada lebaran 2022, didasarkan pada perhitungan jumlah pemudik yang melintas pada lebaran 2019. Meningkatnya volume kendaraan pasti akan berdampak terjadi simpul-simpul kemacetan pada titik rawan," jelasnya.
Menyinggung penyebab kemacetan di titik-titik rawan, Kabid. Lalin Dishub Kota Solo itu, menyebutkan, ada beberapa basis penyebab kemacetan di antaranya adalah adanya perlintasan sebidang jalan raya dengan rel kereta api, basis sentra bisnis, basis persimpangan dengan Apil dan basis destinasi wisata.
"Kemacetan berbasis perlintasan sebidang, di antaranya di Pasar Nongko, Gilingan, Ledoksari dan yang paling rawan di Simpang 7 Joglo. Sedangkan yang berbasis sentra niaga, seperti Pasar Gede, Pasar Klewer, SGM, Solo Square dan lain-lain. Basis persimpangan dengan Apil, antara lain Faroka dan Kerten yang merupakan pintu masuk dari barat, Ringroad dan Jurug, Simpang Panggung, Ngemplak sampai Gilingan, Simpang Girimulyo sampai Tugu Wisnu dari arah timur dan sebagainya. Selain itu, terdapat destinasi wisata, seperti Night Market Ngarsopuro dan sentra kuliner koridor Gatot Subroto, serta obyek wisata Taman Jurug dan Balekambang. Pemudik yang melintas diharapkan menghindari titik-titik rawan tersebut," sambungnya.
Dia menambahkan, Dishu Kota Solo sudah memetakan simpul kemacetan di 24 titik rawan yang tersebar di berbagai lokasi. "Sebagai upaya mencegah kemacetan, di titik-titik rawan tersebut kami pasang barikade. Selain itu, kami juga akan melakukan rekayasa lalu lintas," katanya lagi.@tok
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!