AU Israel Krisis Internal, Ratusan Anggotanya Kecam Perang di Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 12 April 2025 | 22:10 WIB
VISI.NEWS | ISRAEL - Hampir seribu personel Angkatan Udara Israel, termasuk pilot aktif, perwira, dan anggota cadangan, menandatangani petisi yang menolak perang di Jalur Gaza pada Kamis (10/4/2025). Aksi ini memicu kemarahan petinggi militer, yang kemudian mengancam akan memecat sekitar 970 personel yang terlibat.
Dalam petisi tersebut, para penandatangan menyuarakan bahwa perang di Gaza bukan demi keamanan nasional, melainkan dilatarbelakangi kepentingan politik. Mereka menyebut konflik itu hanya memperpanjang penderitaan dan bisa menghambat upaya pembebasan sandera.
Menurut laporan media Haaretz yang dikutip dari Anadolu Agency, sebagian dari penandatangan masih aktif berdinas, meskipun mereka tidak secara langsung menyatakan penolakan untuk bertugas.
Sebagai respons, pejabat tinggi AU Israel segera menghubungi para anggota, terutama pilot, yang menandatangani petisi. Mereka diperingatkan bahwa jika tidak mencabut dukungan terhadap petisi, maka akan dikenai sanksi termasuk pemecatan.
Tekanan dari pimpinan AU membuat 25 anggota menarik tanda tangannya dari petisi. Namun, perlawanan belum berakhir. Dalam sebuah pertemuan, Komandan AU Israel, Mayor Jenderal Tomer Bar, mendapat kritik tajam dari sejumlah perwira atas ancamannya kepada anggota yang hanya menyuarakan pendapat.
Para perwira menyatakan tindakan Bar melanggar prinsip-prinsip demokrasi serta hak berbicara dalam militer, terutama bagi pasukan cadangan. Namun, Bar membela diri dengan menyatakan bahwa petisi yang menyebut perang kembali dimulai demi motif politik adalah tidak sah, apalagi ditandatangani di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
"Mereka yang menandatangani teks yang mengeklaim dimulainya kembali perang terutama bersifat politis dan merugikan masa depan pembebasan sandera, tidak dapat memenuhi tugas cadangan mereka," kata Bar.
Ia juga menekankan bahwa orang-orang yang terlibat petisi tidak bisa menjalankan tugas cadangan secara efektif, dan menyebut gencatan senjata serta pembebasan sandera akan segera terlaksana. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!