AS Soroti Pengaruh China, Trump Bidik Greenland dan Terusan Panama
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 1 Februari 2025 | 22:25 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyatakan bahwa rencana Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland dan merebut kembali kendali atas Terusan Panama dilandasi oleh kekhawatiran terhadap meningkatnya aktivitas China di kawasan Arktik dan Amerika Latin. Rubio menjelaskan pada Kamis (30/1/2025), langkah ini bertujuan memperkuat keamanan nasional AS.
"Yang bisa dipastikan adalah bahwa empat tahun lagi, kepentingan kita di Arktik dan di Terusan Panama akan lebih aman," kata Rubio dikutip dari AP, Sabtu (1/2/2025).
Rubio yang dijadwalkan tiba di Panama pada Sabtu menegaskan bahwa investasi China di pelabuhan-pelabuhan dan infrastruktur di kedua ujung Terusan Panama membuat jalur perdagangan tersebut rentan. Ia memperingatkan bahwa perusahaan-perusahaan China yang berafiliasi dengan pemerintah Beijing dapat diperintahkan untuk memblokir lalu lintas di terusan itu dalam situasi konflik.
"Mereka ada di seluruh Panama," ujar Rubio.
"Jika pemerintah China yang sedang berkonflik memerintahkan mereka untuk menutup Terusan Panama, mereka harus melakukannya. Saya tidak ragu bahwa mereka memiliki perencanaan darurat untuk melakukannya, itu adalah ancaman langsung." sambungnya.
Rubio juga mengkritik biaya berlebih yang dikenakan kepada kapal-kapal AS untuk melewati Terusan Panama, yang menurutnya bertentangan dengan Perjanjian Torrijos-Carter tahun 1977. Perjanjian tersebut sebelumnya mengatur penyerahan kontrol terusan dari AS kepada Panama pada tahun 1999.
"Kita seharusnya tidak berada dalam posisi membayar lebih dari negara lain. Bahkan, kita seharusnya mendapatkan diskon atau mungkin gratis karena kita yang membangun itu," ungkap Rubio.
Menurut Rubio, meski tidak pasti apakah Trump akan berhasil mencapai target ini selama masa jabatannya, perhatian serius terhadap isu Greenland dan Terusan Panama diyakini akan memperkuat posisi AS di kedua wilayah tersebut dalam empat tahun mendatang. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!