AS Serang Lagi, Iran Balas Gempur Kuwait dan Yordania

Desi Rossilawati
Sabtu, 18 Juli 2026 | 11:25 WIB
Bagikan
AS Serang Lagi, Iran Balas Gempur Kuwait dan Yordania

Iran melancarkan serangan ke pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait dan Yordania. Foto/X/@Irantimes01./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Jumat (17/7/2026) malam waktu setempat. Serangan tersebut menjadi operasi militer hari ketujuh berturut-turut di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah, menyatakan serangan terbaru ditujukan untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

"Komando Pusat AS (CENTCOM) menghantam lokasi pengintaian, infrastruktur logistik militer, fasilitas penyimpanan senjata bawah tanah, dan kemampuan maritim," demikian pernyataan CENTCOM melalui media sosial X.

CENTCOM juga menyebut operasi tersebut melibatkan berbagai aset militer.

"Pasukan AS mengerahkan pesawat tempur, drone, dan kapal-kapal perang, di samping aset-aset lainnya," imbuh pernyataan tersebut.

Lebih lanjut, CENTCOM menegaskan operasi akan terus berlanjut sesuai arahan pemerintah AS.

"CENTCOM terus meminta pertanggungjawaban Iran sesuai arahan Panglima Tertinggi, sembari menegakkan blokade laut secara penuh terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran," tegas CENTCOM.

Sebagai respons, militer Iran mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di Kuwait dan Yordania. Pernyataan tersebut dilaporkan media pemerintah Iran pada Sabtu (18/7/2026).

Di Kuwait, Iran mengklaim menargetkan gudang amunisi di Kamp Militer Al-Adiri, bangunan markas serta depot amunisi di Pangkalan Ali Al-Salem, dan sejumlah fasilitas komunikasi di kompleks militer yang menampung pasukan AS.

Sementara di Yordania, media pemerintah Iran melaporkan pasukan Teheran menyerang sebuah tangki bahan bakar di Pangkalan Al-Azraq.

Di sisi lain, militer Kuwait melalui pernyataan di media sosial X menyebut suara ledakan yang terdengar di wilayahnya berasal dari sistem pertahanan udara yang mencegat target-target bermusuhan. Namun, pihak militer tidak menyebutkan sumber serangan yang berhasil dicegat tersebut.

Sementara itu, sirene peringatan serangan udara juga sempat diaktifkan di Bahrain, negara yang menjadi lokasi pangkalan utama Angkatan Laut Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.