AS–Iran Mulai Negosiasi Damai, Ini POV-nya
ED
Editor
M Purnama Alam
Minggu, 12 April 2026 | 08:11 WIB
1. Proposal Damai yang Berbeda Arah
- Presiden Donald Trump menyebut Iran mengajukan proposal 10 poin sebagai dasar negosiasi.
- Iran justru mengklaim ada skema 15 poin yang lebih luas.
- Perbedaan ini menunjukkan belum adanya kesepahaman awal.
2. Ancaman dari Konflik Regional
- Serangan Israel terhadap kelompok Hizbullah di Lebanon berpotensi menggagalkan perundingan.
- Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan Iran siap merespons jika sekutunya diserang.
3. Selat Hormuz Jadi Titik Kritis
- Jalur vital energi dunia, Selat Hormuz, menjadi sumber ketegangan.
- Hanya sedikit kapal yang melintas, dengan ribuan pelaut masih terjebak.
- Iran bahkan membuka jalur alternatif karena ancaman ranjau laut.
4. Tuduhan dan Tekanan dari AS
- Trump menuding Iran menghambat pelayaran dan bahkan memungut biaya hingga jutaan dolar untuk kapal tanker.
- AS memperingatkan praktik tersebut bisa memperkeruh situasi global.
5. Isu Nuklir yang Tak Pernah Usai
- AS menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium.
- Iran bersikukuh program nuklirnya untuk tujuan damai.
- Konflik ini mengingatkan kembali pada kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) yang kini dipertanyakan kelanjutannya.
6. Sanksi dan Aset Beku
- Iran menuntut pencairan sekitar 120 miliar dolar aset yang dibekukan.
- Permintaan ini menjadi salah satu syarat utama sebelum kesepakatan damai tercapai.
Peran Pakistan sebagai Penengah
Perundingan ini tidak lepas dari peran Shehbaz Sharif yang menggagas gencatan senjata dua minggu. Pakistan kini menjadi aktor penting dalam menjaga stabilitas kawasan melalui jalur diplomasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!