AS Gagalkan Usulan Gencatan Senjata Permanen di Gaza
Editor
Desi Rossilawati
Kamis, 5 Juni 2025 | 21:30 WIB
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Amerika Serikat menggunakan hak vetonya untuk menggagalkan rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata permanen dan akses kemanusiaan tak terbatas di Gaza. Langkah ini diambil dalam pemungutan suara pada Rabu (4/6/2025) waktu setempat, dengan hasil 14 suara mendukung dan hanya AS yang menolak.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyatakan bahwa resolusi tersebut dianggap 'kontraproduktif' dan merusak upaya diplomatik yang sedang berjalan. Ia juga menegaskan bahwa Washington tetap teguh dalam mendukung Israel di forum internasional.
"Amerika Serikat akan terus mendukung Israel di PBB," kata Rubio dilansir AFP, Kamis (5/6/2025).
Resolusi yang diajukan itu menuntut gencatan senjata tanpa syarat yang dihormati semua pihak, pembebasan segera semua sandera oleh Hamas dan kelompok lainnya, serta penghapusan seluruh hambatan distribusi bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Ini adalah veto pertama AS sejak Presiden Donald Trump kembali menjabat pada Januari 2025. Veto tersebut langsung memicu reaksi keras dari sejumlah negara anggota DK PBB.
Duta Besar Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyebut keputusan AS itu 'sangat mengecewakan', sementara Dubes Rusia Vassily Nebenzia menilai bahwa Dewan Keamanan telah kembali gagal menjalankan mandatnya menjaga perdamaian internasional.
"Kesempatan lain telah hilang untuk menunjukkan bahwa Dewan Keamanan siap memikul tanggung jawabnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional dalam konteks konflik Israel-Palestina," kata Nebenzia.
Nebenzia juga menuding adanya pihak-pihak yang lebih memilih memainkan kepentingan politik dibanding menghentikan penderitaan di Gaza. @ffr
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!