Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

AS Ancam Naikkan Tarif Impor China hingga 245%

Desi Rossilawati
Rabu, 16 April 2025 | 17:00 WIB
Bagikan
AS Ancam Naikkan Tarif Impor China hingga 245%
VISI.NEWS | AMERIKA SERIKAT - Pemerintah Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan terhadap China di tengah memanasnya perang dagang kedua negara. Dalam pernyataan resmi yang dirilis Gedung Putih pada Selasa (15/4/2025) waktu setempat, AS mengancam akan mengenakan tarif impor hingga 245 persen terhadap barang-barang asal China. Langkah ini merupakan tanggapan atas kebijakan balasan yang sebelumnya diberlakukan oleh China, yang menetapkan tarif impor sebesar 125 persen terhadap produk asal AS. "China kini menghadapi tarif hingga 245% atas impor ke Amerika Serikat sebagai akibat dari tindakan pembalasannya," tulis Gedung Putih dalam lembar fakta yang dipublikasikan secara terbuka. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penangguhan tarif timbal balik terhadap berbagai negara selama 90 hari. Namun, pengecualian berlaku bagi China yang tetap dikenai tarif tinggi karena dianggap tidak kooperatif dalam negosiasi dagang. Dalam perkembangan lain, tercatat lebih dari 75 negara kini sedang antre untuk membuka perundingan perdagangan dengan AS, seiring langkah Washington mengatur ulang kebijakan tarif globalnya. @ffr

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.