Arus Mudik dan Wisata di Jawa Barat Meningkat, Rekayasa Lalu Lintas Diterapkan
Di sektor udara, Bandara Kertajati melayani 510 penumpang, mengalami penurunan 12,52% dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, di Bandara Nusawiru, hanya tercatat 28 penumpang dengan tidak adanya penerbangan pada hari sebelumnya.
Lonjakan kendaraan juga terjadi di sejumlah ruas tol utama di Jawa Barat. Ruas Tol Cipularang mencatat peningkatan kendaraan masuk sebesar 70,69% atau sebanyak 59.881 kendaraan.
Sementara itu, jumlah kendaraan yang keluar meningkat 69,68% atau sebanyak 42.134 kendaraan. Peningkatan serupa terjadi di ruas Tol Padaleunyi dengan kenaikan 64,72% untuk kendaraan masuk dan 67,04% untuk kendaraan keluar.
Berdasarkan data traffic counting lidar pada (31/3/2025), terjadi penurunan jumlah kendaraan di beberapa jalur utama Jawa Barat. Jalur Pantura mengalami penurunan 2,7% dengan mayoritas kendaraan roda dua mencapai 73,6%.
Jalur Tengah mengalami penurunan 5,9%, juga didominasi kendaraan roda dua sebesar 70,3%. Di Jalur Selatan, jumlah kendaraan menurun 4 persen, sementara di Jalur Wisata terjadi penurunan 0,8%.
Pemda Provinsi Jawa Barat terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kelancaran arus balik serta kesiapan infrastruktur transportasi menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Dengan langkah-langkah strategis yang telah diterapkan, diharapkan mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dapat berjalan dengan lancar dan aman. @desi
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!