Arahan Wapres Soal Bencana Banjir Sukabumi: Pengerukan Sungai hingga Percepatan Perbaikan Jembatan
Editor
Desi Rossilawati
Sabtu, 8 Maret 2025 | 18:41 WIB
VISI.NEWS | SUKABUMI - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau lokasi terjadinya bencana di Kabupaten Sukabumi, Sabtu (7/3/2025). Tinjauan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap daerah terdampak bencana.
Lokasi yang ditinjau Wapres yaitu Jembatan Cidadap, Kecamatan Simpenan yang amblas diterjang luapan sungai Cidadap pada Kamis (6/7/2025) malam. Dampaknya, terputusnya akses jalan nasional ruas Bagbagan-Kiara Dua.
Setibanya di lokasi, Gibran langsung mengecek area jembatan serta menyapa warga yang sudah berkumpul sejak pagi. Dilanjutkan ke lokasi terdampak bencana banjir luapan Sungai Cipalabuhan di Pasar Palabuhanratu, kemudian permukiman. Di lokasi tersebut, ibu dan anak meninggal dunia akibat banjir.
Tinjauan Gibran ke lokasi bencana ini didampingi Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas M Syafii, Wakil Menteri (Wamen) PU Diana Kusumastuti, Bupati Sukabumi Asep Japar beserta Wakil Bupati Sukabumi Andreas.
Wamen PU Diana Kusumastuti menyatakan dampak yang ditimbulkan dari bencana yang terjadi saat ini lebih parah dibanding bencana yang juga melanda Kabupaten Sukabumi pada Desember 2024 lalu.
Adapun langkah yang akan dilakukan yaitu normalisasi sungai dengan pengerukan dan pengurangan sedimentasi agar air dapat mengalir dengan lancar.
"Bapak Wakil Presiden sangat prihatin terkait dengan hal ini dan beliau menyampaikan pertama, masalah sungai itu harus dilakukan pengerukan sedimentasinya. Tadi kami sudah diskusi dengan pak Bupati dan nanti provinsi yang akan melakukan pengerukan sungai," kata Diana.
Selain itu, kata Diana, Wapres juga mengimbau agar warga terdampak tidak kembali bermukim di daerah sempadan sungai demi menghindari risiko bencana serupa di masa mendatang.
"Saya harapkan penduduk-penduduk yang di sekitar sempadan sungai jangan kembali lagi ke sempadan sungai tadi. Biarkan sungai tadi, kalau bisa diperlebar. Dengan diperlebar maka jalannya air itu akan lebih leluasa, tidak mengganggu dan nantinya tidak berdampak kepada penduduk," katanya.
Diana menyatakan bahwa Wapres menginstruksikan percepatan perbaikan jembatan Cidadap yang amblas. Percepatan perbaikan itu harus dilakukan agar arus transportasi dapat kembali lancar.
"Nanti akan dipasang Jembatan Bailey dulu agar bisa difungsionalkan. Nanti secara permanen akan dilakukan setelah lebaran, akan ada penggantian jembatan tersebut," ujarnya.
Menurut Diana, upaya relokasi warga yang bermukim di sempadan sungai juga turut menjadi perhatian, mengingat pentingnya mitigasi risiko untuk mencegah dampak bencana serupa di masa mendatang.
Adapun pembangunan rumah untuk relokasi warga yang rumahnya rusak berat akan dilakukan oleh BNPB sedangkan terkait lahan relokasi pemerintah daerah yang mempersiapkannya.
"Daerah mencarikan lahan, mungkin BNPB itu nanti akan membangunkan rumahnya. Nanti akan dihitung," ujarnya.
Menanggapi arahan yang disampaikan oleh Wapres, Bupati Sukabumi Asep Japar akan segera menindaklanjutinya. Menurut pria yang akrab disapa Asjap itu, langkah-langkah yang akan dilakukan oleh Pemkab tentunya membutuhkan arahan serta koordinasi dengan pemerintah pusat serta provinsi terkait relokasi hingga pengerukan sungai.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan provinsi untuk segera melakukan pelebaran dan pengerukan,” ujarnya. @andri
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!